Mendulang Pahala di Rumah

Mendulang Pahala di Rumah

Ramadhan dan Covid-19 adalah dua hal yang tak terpisahkan pada bulan puasa kali ini. Kehadiran corona memang banyak melumpuhkan aktivitas sehari-hari di luar rumah. Namun, di sisi lain, penyebarannya bertepatan dengan bulan suci ini justru membuat kita lebih berpeluang besar dalam meningkatkan sekaligus merealisasikan target ibadah Ramadhan kita tanpa terganggu oleh kesibukan di luar rumah yang bisa jadi selama ini menjadi penyebab terhalangnya untuk mencapai target tersebut.

Sudah seyogyanya kita mengistirahatkan diri dari berbagai kesibukan di luar rumah selama Ramadhan yang menyita fokus kita untuk beribadah. Sebab, Ramadhan hanya satu kali dalam setahun dan belum tentu kita dapat berjumpa lagi dengannya pada tahun yang akan datang. Allah istimewakan satu bulan dalam setahun dengan melimpahkan kebaikan yang banyak bagi hamba-hamba-Nya; ibarat bulan obral pahala dan obral ampunan yang sangat sayang sekali bila sampai terlewatkan, ya hanya satu bulan, itulah Ramadhan.

Kita lihat kisah para orang shalih terdahulu dalam menyikapi Ramadhan. Ibnu Al-Hakam meriwayatkan bahwa Imam Malik di bulan Ramadhan meninggalkan membaca hadits dan majelis-majelis ilmu untuk bisa fokus membaca Al-Qur’an, demikian pula yang dilakukan oleh Sufyan Ats-Tsauri, beliau meninggalkan semua ibadah tambahan demi berkonsentrasi membaca Al-Qur’an. Imam Malik berkata, “Ini bulan Al-Qur’an, tidak pantas ada perkataan yang menyibukkan dari Al-Qur’an.” Diriwayatkan tentang Imam Ahmad, konon apabila Ramadhan tiba, beliau menutup majelis fatwanya dan segera beralih dengan kesibukan berdzikir dan membaca Al-Qur’an.

Bulan Ramadhan dikenal dengan sebutan syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an),  dikarenakan di dalamnya Al-Qur’an diturunkan (QS. Al-Baqarah:185). Tak heran pada bulan ini kita diperintahkan untuk banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dengan membacanya, mempelajari isi kandungannya serta mentadabburi (merenungkan) lafazd-lafadznya.

Rasulullah memerintahkan kita untuk menghiasi rumah dengan membaca Al-Qur’an:

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

“Perumpamaan rumah yang disebutkan nama Allah di dalamnya dengan yang tidak, bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Muslim, no. 779). Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa dalam hadits ini terdapat anjuran untuk (banyak) berzikir kepada Allah di rumah, salah satunya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Semoga dengan fokus beribadah, meski hanya di rumah, kita mendulang pahala berlimpah. Aamiin.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: blog.spacestock.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.