Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi 13. Minum sambil duduk

Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi

13. Minum sambil duduk

Oleh Irma Syarief

Siang ini, Abah dan Umi duduk santai di beranda rumah. Udara terasa sejuk dan tidak panas walaupun matahari sedang tepat di atas kepala. Sudah lama tidak turun hujan.

Walaupun saat ini sedang memasuki masa kemarau, masyarakat Kampung Darmasatya tidak mengalami perubahan kondisi yang cukup berat. Pasokan air dari sungai Cirangkas masih cukup bahkan melimpah dan bisa mengairi sawah serta kebun. Binatang ternak pun masih bisa minum sepuasnya di sungai tersebut.

Tak lama, rombongan anak-anak sekolah mulai terlihat. Rata-rata mereka sekolah di sekolah negeri milik pemerintah yang ada di kampung itu. Namun tidak sedikit juga yang menuntut ilmu di Yayasan Islam Al-Afiyah milik sahabat Abah, Pak Haji Munandar. Kelima belas anak yatim yang ada di rumah Umi dan Abah semuanya ada di sekolah tersebut.

Tiba-tiba, Yazid dan Fiqri yang masih duduk di bangku Ibtidaiyah berlari-lari masuk rumah. Diikuti oleh Maysira, Aisyah, dan Hawwa. Rupanya mereka baru pulang sekolah. Sementara, anak-anak yang sudah di jenjang Tsanawiyah dan Aliyah biasanya kembali ke rumah mendekati waktu Asar. Ibrahim sudah pulang dari tadi karena masih kelas satu Ibtidaiyah.

“Assalamualaikum!”

Mereka berlima mengucapkan salam dengan napas yang terengah-engah dan langsung duduk berselonjor. Tak lupa juga mereka mencium tangan Abah dan Umi.

“Waalaikum salam,” jawab Abah dan Umi.

“Kalian lari-lari begitu kenapa?”

“Anu, Mi! … bentar! Mau minum dulu. Haus banget,” jawab Fiqri.

“Iya cape juga. Aduh … mana dikejar preman kampung kita nih, Mi!” ujar Maysira. Hawwa dan Aisyah mengangguk.

“Ho-oh!”

“Siapa preman kampung? ” tanya Abah melotot.

“Itu tuh … soang-soangnya Mang Sapru, Bah! Mereka kan soang preman yang paling ditakuti di kampung kita,” jawab Yazid kesal.

“Hawwa tadi disodok bagian belakangnya sama soang itu. Sakit, Mi!” Hawwa, gadis kecil itu matanya berkaca-kaca lagi. Pantesan tadi pulang terlihat ada bekas air mata di pipinya.

“Lagian Hawwa jalannya lelet sih. Jadi korban soang bandel,” kata Aisyah.

“Hawwa kan engga tau, Kak Aisyah! Soang-soang itu tiba-tiba udah ada di belakang. Hawwa engga sempat lari cepat,” gadis itu cemberut.

Abah dan Umi tertawa. Mereka tahu, binatang unggas itu sering bikin kekacauan di kampung. Sudah banyak yang jadi korbannya. Mang Sapru biasanya tidak membiarkan soang-soangnya berkeliaran sembarangan semenjak di protes warga.

Wajah Aisyah terlihat merah dan lelah. Begitu juga yang lain. Nafasnya tersegal-segal. Keringat bercucuran. Mereka masih gemetaran.

Umi menuangkan air ke gelas yang ada di meja depan. Anak-anak berebutan mengambilnya.

“Jangan lupa duduk! Doa juga! Ayoo, sini!” Abah mengingatkan mereka yang minum sambil berdiri.

“Oh iya, lupa, Bah!”

Lalu anak-anak itu duduk tertib di kursi panjang depan Abah dan Umi. Masing-masing memegang satu gelas di tangan kanannya. Tak lama kemudian, air segelas itu habis.

“Nah gitu dong! Minum harus sambil duduk. Jangan berdiri.”

“Kenapa, Bah?”

“Minum sambil berdiri itu dampaknya kurang baik. Salah satunya, orang yang minum akan terus merasakan haus walaupun dia udah minum banyak.”

“Terus, jika kita berdiri, cairan yang jatuh dengan keras dan cepat ke dasar usus, bergerak dan menabraknya dengan keras pula. Air bergerak tanpa tahapan yang semestinya.

Anak-anak terdiam dan saling memandang. Umi menuangkan minuman lagi ke gelas masing-masing.

“Jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama dan sering, maka akan menyebabkan melar dan jatuh usus. Tentu ini akan mengakibatkan disfungsi pencernaan.”

“Minum sambil berdiri juga menyebabkan lambung jadi terganggu. Mulai dari kenaikan asam lambung hingga melukai dinding lambung. Mau kalian seperti itu?”

“Engga mau-lah, Bah!” tukas Yazid.

“Proses penyaringan yang dilakukan ginjal juga menjadi nggak optimal dan berpotensi terjadinya gangguan saluran kandung kemih.”

“Lebih jauh lagi, kondisi jantung, syaraf, keseimbangan tubuh terganggu semuanya. Bahaya ‘kan?”

Anak-anak mengangguk.

“Namun, ada pengecualian, jika sesekali kita dalam keadaan terdesak atau kondisi tertentu maka diperbolehkan untuk minum sambil berdiri sesuai kebutuhan.”

“Pernah ada cerita, Nabi datang ke sumur Zamzam disaat itu pun banyak orang yang mengambil juga. Mereka kemudian menyodorkan ember itu kepada beliau. Nabi pun meminumnya sambil berdiri.”

“Dari sini bisa disimpulkan, minum sambil berdiri diperbolehkan sesuai kebutuhan, dalam kondisi tertentu.”

“Nah, sekarang minum sudah, kalian ganti baju dan siap-siap makan ya! Umi tadi udah masak ikan goreng sama tumis kangkung.” Titah Abah yang langsung membuat anak-anak senang.

Mereka sangat lapar tentunya setelah berlari-lari dikejar soang.

Keterangan :
Soang = Angsa

******

Medical Hadis

Nabi melarang minum dalam posisi berdiri, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِىَ فَلْيَسْتَقِئْ

“Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.” (HR. Muslim no. 2026)

*****

Dalam hadits lain, Dari Anas radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata,

عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا

“Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab, “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR. Muslim no. 2024).

Referensi :
– Alquran Cordoba – Amazing
(Ibnul Qayyim Aljauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l Ibadi, Juz 4 t.t. :229)
– Google, berbagai jurnal islam dan kesehatan

Ahad, 17 Mei 2020

rumahmediagrup/irmasyarief

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.