Siapakah Cerita Paling Unyu dalam Event Ter-unyu Nubar Sumatera?

Siapakah Cerita Paling Unyu dalam Event Ter-unyu Nubar Sumatera?

Judul: Romansa Cinta Monyet
Penulis: Ade Tauhid, dkk
Penerbit: CV Rumah Media

Masih ingat, enggak, dengan event spesial satu ini? Coba deh, kalian tengok ini Romansa Cinta Monyet, Cinta Masa Unyu-Unyu (Bonus Cerita dalam Event ke-15 Nubar Area Sumatera) dulu, supaya tahu alasannya kenapa event ini disebut spesial.

Yup, betul sekali. Karena di dalam buku ini, enggak cuma menyatukan macam-macam cerita beraneka rupa tentang cinta monyet, tapi juga ada bonus cerita beruntun yang ditulis semua kontributor bersama.

Nah, saya boleh share sedikit kutipan tentang tulisanku di event ini, ya. Check this out:

“Sa, boleh tahu, nggak, kamu nanti nerusin di SMP mana?” tanya Anto yang langsung mengambil tempat di samping Nafisa.
“Kenapa aku harus kasih tahu kamu?”
“Hehe, nggak papa sih, kamu nggak kasih tahu aku. Nanti juga aku bakalan tahu dari bapak kamu.”
“Kamu!” Mendengar itu kedua mata Nafisa melotot pada Anto. Malah lelaki itu tertawa karenanya.
“Aku mau pindah, Sa,” ucap Anto setelah tawanya berhenti.
“Pindah?” Nafisa memotong satu buah bakso lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
“Iya, orang tuaku mau pindah ke Jawa. Jadi aku akan meneruskan sekolah di Jawa.” (Hanya Teman Masa Kecil, oleh Emmy Herlina)

Ada juga kisah menarik karya PJ-nya, si Maktri:

“Ikhlas, kan lo, May?” tanya Anti girang. Mey nyengir.
Sebenernya sih kagak rela, masak setiap hari mesti bayarin bakso si Anti, nyerahin Chunky Bar pula selama sepuluh hari. Yang paling nyebelin, tiap pulang sekolah mesti bawain tas si Anti. Emang May babu, mana tas si Anti berat lagi. Semua buku dibawa kayak mau jualan aja, sekalian aja bawa rak bukunya. Tapi emang sudah konsekuensi, nggak boleh protes!
“Halo, Sayang,”sapa Angga bikin kaget Anti dan May. Si Angga ngambil duduk di sebelah Anti. Anti bergerak menggeser duduknya menjauh.
‘Ih, kok rese’, sih,’ pikir anti. ‘Trus apa tadi? Sayang? Halo sayang? Iii.’. Anti bergidik. Kupingnya gatel dan agak-agak panas. Apa gini namanya pacaran? (Masih di Bawah Umur, oleh Ade Tauhid)

Seperti semua event Nubar, ada satu yang terpilih menjadi naskah terbaik. Siapakah dia? Langsung saja baca cuplikan ceritanya di sini:

“Lisa bakso! Lisa bakso!” seru sebuah suara dari belakang.
Sebelum Lisa sempat menengok ke belakang, seorang anak laki-laki berseragam SMP dengan sepedanya lewat di samping Lisa. Bagaikan pembalap, siswa bersepeda itu melesat meninggalkan Lisa yang cemberut. Akira yang menyebalkan!
Semenjak Akira tahu Lisa adalah anak penjual bakso yang kedainya tak jauh dari sekolah, Akira selalu memanggil Lisa dengan sebutan “Lisa bakso”. Kadang Akira sengaja memacu sepedanya melewati Lisa yang sedang berjalan pulang sekolah, hanya untuk meneriakkan, “Lisa bakso” sambil melewatinya. Padahal, jalur pulang Akira dan Lisa berbeda. (Bakso, karya Dyah Y)

Dyah Yasmina, naskah terbaik pilihan dalam event Romansa Cinta Monyet

Wah, selamat yaa, Mbak Dyah Yasmina, atas terpilihnya tulisan menjadi naskah terbaik event Romansa Cinta Monyet, Nubar Sumatera. Yeayy!

Gimana? Asyik-asyik pastinya semua tulisan di sini. Makanya, rugi banget kalau kamu enggak menambahkan buku ini ke dalam koleksi buku kesayanganmu. Capcus, pemesanan boleh langsung ke saya, wa 085273642724.

rumahmediagrup/emmyherlina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.