Corona Akan Berakhir

Corona Akan Berakhir

Corona akan berakhir? kapan?
Semua berharap corona akan berakhir secepatnya. Kapan? Hanya Allah yang tahu, kita hanya bisa berharap dan berdo’a.

Secara menyeluruh data yang diperoleh dari menteri kesehatan terus bertambah, tidak hanya satuan, puluhan bahkan ratusan jiwa setiap harinya terpapar positif corona. Ko bisa? Yuk kita tilik ikhtiar apa yang sudah di lakukan pemerintah, dan masyarakat Indonesia khususnya.

Sekitar bulan Maret, kabar corona mulai mewabah di Indonesia, sebelumnya masih beredar di negara-negara lain, seperti di Wuhan, sebagian kita tersenyum dengan mengeluarkan guyonan di berbagai media, salah satunya di WAG.
“Ayo siapa yang mau ikut tour travel gratis ke Wuhan China?”
“Gratis loh” Ujar salah seorang taman yang kebetulan ia bekerja di sebuah Travel perjalanan.
“Ah saya mah biar gratis ga mau kalau cuma mau bunuh diri” seorang lagi menimpali. Beberapa orang kirim emot tertawa, seolah-olah kita memang berada di negara yang aman dari wabah corona.

Setelah beberapa pekan guyonan itu berlalu, tiba-tiba datang kabar di Indonesia ditemukan ada yang positif terjangkit wabah corona, saat itu jumlahnya masih hitungan satuan, setiap hari bertambah dengan jumlah bertambah antara 300-500 jiwa yang terdeteksi positif, ada juga yang meninggal hanya beberapa hari di rawat dan di isolasi. Mulailah masyarakat dan pemerintah resah dan gelisah, segala upaya dilakukan terutama di kota-kota besar yang memiliki bandar udara, tempat keluar masuknya orang asing dan transitnya perjalanan dalam dan luar kota serta negara.


Dalam hitungan pekan dan bulan, akhirnya pemerintah memutuskan untuk PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), diawali dari pusat kota Jakarta, “Tempat ibadah-ibadah di tutup, perjalanan pekerja atau masyarakat dibatasi, termasuk pengguna ojek on line dilarang, kantor-kantor bisnis, buruh pabrik, pedagang bahkan super market, dan sekolah dirumahkan (di rumah saja).
Awalnya masyarakat patuh dengan adanya PSBB, karena pemerintah menjanjikan bantuan secara ekonkmi  untuk bekal selama PSBB, mulailah dari pengurus RT da  RW bersinergi mendata masyarakat terdampak corona.

Satu bulan, berlalu kesulitan ekonomi mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat yang tidak bekerja lagi, persediaan uang dan kebutuhan bahan  pokok mulai menipis, bantuan  yang dijanjikan pemerintah tak kujung datang, apakah masyarakat masih patuh dengan aturan PSBB?
Jawabnya tidak!
Masyarakat mulai berontak, tidak lagi patuh dengan segala aturan yang diberlakukan oleh pemerintah, dengan “Di rumah aja” “Saya dan keluarga saya ga makan, memang bayar listrik gratis, bpjs gratis, tapi apakah kami tahan dengan perut lapar?” Jawab salah satu ojol (ojek on line), “Pulang kampung dilarang, biaya hidup di kota semua serba bayar”. Bang ojol melanjutkan curahan hatinya.


Kini sudah hampir tiga bulan corona hadir di Indonesia, sampai saat ini jumlah terkini menteri kesehatan /19 Mei 2020 ; 18.496 jiwa (12.808 dirawat, 1.221 meninggal, 4.467 sembuh). Waw jumlah yang sangat fantastis.

*****
Saat ini suasana yang sangat memprihatinkan di rumah sakit-rumah sakit para medis berjuang demi nyawa bangsa ini, sebagian masyarakat mengumbar napsu untuk memenuhi kebutuhan egonya, mungkin kita lebih paham kebutuhan Ramadan dan idul fitri yang akan datang, mereka butuh beberapa keperluan tapi apakah ini bisa ditunda? Atau dibeli dengan cara on line? Padahal iklan di TV banyak menawarkan kemudahan berbelanja, lagi-lagi ketaatan yang pupus dilakukan. Dada ini ikut sesak ketika melihat parkiran motor sangat penuh disebuah mall dan toko swalayan, ini sangat terlihat gambaran bangsa kita yang jauh berbeda dengan negara Wuhan, begitu lockdown diberlakukan, semua masyarakat patuh menjalaninya. Ya Tuhan..salah siapakah ini?.
Jadi ingat tulisan yang disebar di WAG tentang “Herd Immunity dan konskuensinya”. Dalam tulisannya menceritakan tentang jawaban beberapa pertanyaan “Menurut ente rend ini kapan berakhir?, vaksin untuk corona apa akan ada atau ga? Ini jalan keluarnya kira-kira bagaimana?”. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penulis membandingkan dulu Indonesia dengan beberapa negara yang berhasil menangani wabah corona seperti di Wuhan, Italia dan Korsel. Keberhasilan itu dicapai dengan adanya kesiapan pemerintah dan ketaatan masyarakat. “Konsep lockdown ini seperti “Menghapus file”, “Seperti memukul nyamuk satu-satu” begitu ungakapnya.
Di Wuhan lockdown sangat membantu memulihkan keadaan negaranya, yang positif dirawat, yang diam dirumah diberikan fasilitas. Di Korsel belum di suruh sudah melakukan lockdown sendiri, di Italia di jaga siang malam polisi berjaga diberbagai sudut semua berhasil.

Kembali lagi ke negara kita Indonesia, sosial distanching mungkin bisa, membubarkan kerumunan berhasil tapi sebentar, menyekap orang di dalam rumah tanpa di fasilitasi tidak akan bisa. “Kalau ga keluar rumah makan saya gimana?”.
Kita di jaga polisi? Di tilang dijalan saja polisi dimaki-maki. Dilarang mudik malah sembunyi-sembunyi.

Lalu bagaimana mengakhiri wabah ini?
Satu dua exspert mulai bicara tentang ; Herd Immunity
Begini, virus yang menjangkiti tubuh akan diserang  oleh antibodi ini. Inilah tafakur mendalam kita hari ini, antibodi kita menyusun bahan baku serangan untuk virus covid -19 khusus untuk si dia saja.
Maka muncul angka 14 harian, atau kurang dimana antibodi kita menyusun serangan ke covid-19. Hingga antibodi yanv khusus dibentuk untuk covid terbentuk.  Maka setelah terbentuk antibodi alam covid, tubuh kita akan kebal covid, secara teori  tidak bisa lagi terjangkiti covid-19, semoga teori ini benar.
Nah ketika cukup banyak, masyarakat terjangkiti covid 19 akan terbentuk “Sekawanan” manusia yang sudah lebal covid-19, saat itulah terbentuk kekebalan kawanan ; Herd Immunity. Tulisan di WAG ini menjadi bahan diskusi dibeberapa group lain.

Jadi kapan corona berakhir?
Dengan sendirinya nanti akan berakhir.

Semoga bermanfaat
Rumahmediagrup/Maepurpple

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.