Magrib, Cepatlah Datang Karena Aku Rindu

Sumber gambar : galery rumahmediagrup.com

Magrib, Cepatlah Datang Karena Aku Rindu

“Ma, magrib masih lama?” Pertanyaan ini sudah berapa kali kau tanyakan. Ini pertanyaan anakku yang lagi belajar berpuasa magrib. Dia menunggu berbuka  puasa dengan setia.

Anakku,

Barangkali ada yang pernah kita sesali. Tapi yakinkan tak akan pernah kau menyesal jika kau puasa hari ini. Segala sesuatu yang membuatmu berpikir bahwa waktu magrib adalah waktu terindah saat ini. Seraya mencari waktu yang tepat, untuk menangkap kemulyaan karena puasa.

Barangkali ada hal-hal yang membuat murung, bukan hanya soal lapar dan bosan. Hal negatif yang menguasai pikiran dan perasaanmu sekarang adalah rasa cinta akan keikhlasan. Tentang semacam kesedihan? Tentang semacam rasa cemas? Tidak nak…ini hanya rasa rindu untuk magrib, bukan hanya untuk lapar dan haus.

Berhentilah menari-nari dalam banyak kecemasan. Hidupkan saja alunan Al-Quran dalam hatimu. Baca sedikitlah bacaan iqra’mu. Lantunkan dengan lantang agar magrib mendengar. Jangan lupa segera berwudhu jika kau mendengar adzan subuh, dhuhur dan ashar, agar magrib segera menyusul.

Anakku,

Seringkali dalam hidup kita lupa bersyukur. Puasa magrib menjadikan kamu berlatih untuk bersabar. Bukan hanya menahan lapar dan bosan. Tentang semacam kerelaan? Tentang semacam kecintaan? Iya nak, ini hanya rasa ingin membuktikan. Bukan hanya soal lapar dan haus, bahkan bosan. Tapi ini rindu, tunggulah magrib dengan suka cita.

Ayolah, tumbuhkan rasa senangmu dengan berpuasa. Nikmati saja laparmu, hausmu, dan bosanmu. Lalu, yakinlah, senyum kemenangan akan kau rasakan jika magrib datang. Jangan lupa bergegaslah untuk sholat jika adzan subuh, dhuhur dan ashar terdengar, karena magrib sudah ingin bertemu.

Jadi, mengertilah nak..

Rasa menyesal akan datang jika magrib terburu kau gantikan dengan dhuhur. Senyum puas tak akan muncul saat magrib kau gantikan dengan ashar. Bersabarlah nak, magrib akan segera datang.

“Ma, kapan magrib akan datang?, aku sudah sangat rindu,”

“Apa yang kau rindukan?”

“Aku hanya merindukan magrib, agar aku bisa tersenyum penuh kemenangan,”

Bersabarlah nak, magrib juga tidak sabar menemuimu. Dekaplah rindumu itu hanya untuk magrib, jangan kau gantikan dengan dhuhur atau ashar. Hanya magrib yang kau rindukan. Berjanjilah nak…..

Peluk hebat buat Kimmy….#HBD Kimmy…sahliha terus ya nak…..

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.