Review Film Miracle in Cell No. 7

Review Film Miracle in Cell No. 7

Satu lagi film keluarga yang dijamin bakal menguras air mata saat menontonnya, Miracle in Cell No. 7. Film drama Korea yang dirilis tahun 2013 ini bisa menjadi referensi tontonan di rumah saat masa PSBB.

Film yang disutradarai oleh Lee Hwan-kyung ini mengisahkan tentang seorang laki-laki berusia 40 tahunan, bernama Lee Yong Go (Ryu Seung-ryong), yang mengalami keterbelakangan mental karena kecerdasannya di bawah rata-rata.

Meski begitu, ia memiliki seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang cantik dan cerdas. Ia sangat menyayangi putrinya itu.

Harapannya sebagai seorang ayah yang ingin membelikan putrinya sebuah tas kuning bergambar Sailor Moon di sebuh toko, membuat awal petaka itu terjadi.

Bermula dari kejadian di toko, saat anak Komisaris Jenderal Kepolisian mendapatkan tas yang tinggal tersisa satu itu. Yong Go merasa tas itu akan ia beli untuk putrinya saat ia menerima gaji sebagai tukang parkir nanti. Sang Komisaris emosional dan langsung memukuli lelaki malang itu.

Pertemuan yang tak terduga antara Yong Go dan Ji Yeong, putri Komisaris, di tempat parkir, merupakan awal dari kejadian tragis yang menimpa Yong Go.

Ji Yeong yang baik hati mau mengantar Yong Go yang sudah menerima gaji untuk membeli tas Sailor Moon di toko lain. Tapi malangnya, di perjalanan, Ji Yeong mengalami kecelakaan. Ia terpeleset dan langsung meninggal dunia.

Yong Go yang polos, segera memberikan pertolongan pertama pada Ji Yeong, sesuai dengan pelajaran yang ia dapat sebelum menjadi tukang parkir. Namun sayangnya, seorang saksi melihat perbuatan Yong Go sebagai tindakan asusila sekaligus pembunuhan.

Yong Go pun dituduh sebagai pemerkosa dan pembunuh anak Komisaris Jenderal Kepolisian.

Yong Go dipenjara di sel nomor 7 bersama 5 narapidana lainnya. Dari sel nomor 7 inilah drama komedi dan mengharukan terjadi. Kisah pertemuan Yong Go dan Ye Sung putrinya menjadi peristiwa yang mengaduk-aduk emosi penonton. Bukan hanya itu, kehadiran Ye Sung membawa perubahan dalam diri masing-masing penghuni sel nomor 7.

Tidak hanya itu, kepala sipir penjara Jang Min Hwan (Jung Jin-young), yang awalnya bersikap galak pada Yong Go, akhirnya luluh dengan melihat kenyataan yang ada. Ia yakin, Yong Go tidak bersalah dan akan membantunya keluar dari masalah.

Namun sang Komisaris tak mau melepaskan Yong Go. Ia melakukan ancaman sesaat sebelum Yong Go melakukan persidangan. Sehingga akhirnya, Yong Go mengakui perbuatan yang tak pernah dilakukannya demi melindungi Ye Sung, putrinya.

Yong Go pun divonis hukuman mati dan dieksekusi tanggal 23 Desember.

Beberapa tahun kemudian, Ye Sung (Park Hin-hye) tumbuh menjadi gadis cantik dan berprofesi sebagai pengacara. Ia dibantu Jang Min Hwan yang tak lain ayah angkatnya dan kelima sahabat ayahnya selama di penjara dulu, berusaha membersihkan nama baik Yong Go.

Film yang berdurasi kurang lebih 127 menit ini telah berhasil menyabet penghargaan aktor terbaik dalam ajang Grand Bell Awards.

Tak hanya itu, film ini pun berhasil menyampaikan pesan yang ada di dalamnya. Betapa kebenaran itu akan diperlihatkan pada saat yang tepat. Meskipun hal itu tak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang, tapi setidaknya keadilan itu berhak untuk diperjuangkan.

Keajaiban yang terjadi di sel penjara nomor 7 telah memberikan banyak pelajaran berharga. Terutama tentang arti kasih sayang.

Kasih sayang seorang ayah yang meski mengalami cacat mental, tapi begitu tulus mencintai putrinya, dan sisi baik lainnya yang diperlihatkan selama ia dalam penjara.

Sosok Yong Go mengajarkan kita tentang menghargai orang lain, bukan hanya dari keadaannya, tapi dari ketulusan yang ia berikan.

Miracle in Cell No. 7 ini telah diremake versi India, Turki dan Filipina. Bahkan di Indonesia, film dengan judul yang sama akan dirilis di tahun 2020 ini, dengan disutradarai Hanung Bramantyo dan dibintangi Vino G. Bastian.

Bagi yang belum nonton versi Koreanya, disarankan untuk menyaksikan film ini dan mendalami setiap tokohnya. Dijamin, kita akan hanyut dalam ceritanya yang mengandung komedi mengharukan.

Sumber Referensi :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Miracle_in_Cell_No._7

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.