Saling Menasihati untuk Kebenaran dan Kesabaran

Indonesia? Terserah! Kata-kata itu mulai viral akhir-akhir ini. Ada apakah dengan Indonesia? Mengapa muncul kata terserah? Tahukah kamu apa makna terserah? Kata terserah, pada frasa “Indonesia Terserah” ini, mempunyai makna yang amat dalam.

Menurut KBBI kata terserah mengandung dua makna. Kata  ter·se·rah yang pertama berkategori verba yaitu kata kerja yang artinya sudah diserahkan (kepada); pulang maklum (kepada); tinggal bergantung (kepada). Dapat dilihat contoh kalimatnya. Hal itu terserah kepada Anda; 

Makna kedua mengandung kategori adjektiva (kata sifat) yang artinya masa bodoh. Contoh kalimatnya. Usul saya ini diterima atau tidak, terserah. (masa bodoh).
Nah bisa diambil kesimpulannya sendiri. Mengapa akhir-akhir ini marak frasa “Indonesia Terserah”? Apakah yang menyebabkan muncul kata-kata itu? Marilah kita renungkan!

Awal frasa itu muncul di antaranya setelah dibagikan oleh para tenaga medis. Selama pandemik ini mereka berjuang. Banyak tim medis mengorbankan tenaga, waktu, bahkan nyawa. Demi menyelamatkan ratusan bahkan ribuan nyawa. Namun sangat disayangkan, pengorbanan mereka kurang dihargai bagi sebagian warga yang masih tetap ngeyel, masa bodoh dan kurang peduli. Ayolah kita renungkan!

Perilaku masa bodoh yang dilakukan masyarakat bisa dilihat dari berita di televisi, masyarakat memenuhi pasar hanya untuk membeli baju lebaran. Ya Allah. Penuhnya rumah makan, mall yang terbuka lebar. Imbauan pemerintah sudah tidak digubris, larangan mudik pun diabaikan. Mudik masih tetap dilakukan baik terang-terangan maupun sembunyi. Pengorbanan tim medis tidak dihargai oleh sebagian masyarakat.

Tagar Indonesia Terserah semakin ramai. Rasanya sudah lelah “terserah”  dengan segala perilaku masyarakat,  Seolah sudah “terserah” dengan segala sikap masyarakat yang cenderung dinilai abai dengan penyebaran wabah covid-19. Kapan berakhirnya musibah ini? Apakah masih kurang pengorbanan tim medis? Mereka rela berpisah dengan keluarga. Masihkah kurang pemerintah memberikan imbauan?

Beberapa menganggap unggahan frasa “Indonesia Terserah” tersebut sebagai bentuk kekecewaan para tenaga medis kepada masyarakat yang dianggap masa bodoh terhadap covid-19. Wajar saja tim medis merasakan kecewa, siapa yang tidak kecewa dengan sikap masyarakat? Bagaimana mau berakhir, jika situasinya masih demikian?

Kapan berakhir covid-19 ini? hanya Allah yang tahu. Selama manusia tidak menaati peraturan yang diserukan, selama itu wabah ini akan merebak. Namun bila masyarakat Indonesia disiplin dan taat dengan imbuan maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan terbebas dari covid-19.

Marilah kita amati kurva Indonesia, semakin melambung. Ingatkanlah keluarga, saudara, sahabat, dan teman serta tetangga atau siapa pun untuk tetap di rumah saja stay at home dan keluar jika ada keperluan mendesak saja. Tidak perlu ikut-ikutan berdesak-desakan hanya untuk membeli keperluan lebaran. Berikanlah empati, minimal simpati untuk tim medis dan sukarelawan yang berada di garis terdepan. Mereka lelah dan sakit hati melihat masyarakat yang tidak peduli.

Para dokter dan perawat mempertaruhkan nyawa, mereka berjuang, para aparat juga habis-habisan berjuang. Namun tahukah kalian, hello masyarakat yang ngeyel, mereka tak bisa terserah, mereka masih peduli. Mereka masih tetap berjuang, masih mau mengobati dan merawat. Terkadang sangat bertentangan dengan sikap sebagian masyarakat yang cuek, maka timbul rasa jengkel, kesal dan marah pada sebagian masyarakat yang lain, akhirnya terserah, suka-suka kalian saja, sakarepmu, masa bodoh, bodo teuing.

Nah, Bagi kita tetaplah di rumah, bukan hanya PSBB melainkan menerapkan sunah Nabi. Dalam Islam menjauhi kemudaratan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemanfaatan. Tetaplah istikamah untuk diam di rumah, tidak perlu terpancing untuk mengikuti hal sama dilakukan oleh masyarakat yang tidak peduli.

“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-Asr ayat 3)

Wallahu alam Bishowab

rumahmediagrup/suratmisupriyadi



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.