Corona Terserah…

Corona Terserah…

Ketika ditanya kapan corona berakhir? Ya, jawabannya hanya Allah yang tahu. Kalau kamu jawab apa, he…!

Selaku insan yang beriman kepada Allah, kita meyakini bahwa hanya Allah yang mengetahui secara pasti kapan wabah ini akan berakhir, namun kita juga tidak boleh meniadakan ikhtiar yang merupakan bagian dari keimanan itu sendiri.

Kita mesti berikhtiar menjaga diri agar tidak terkena wabah di antaranya dengan mengikuti seruan pemerintah terkait pencegahan Covid-19. Bersama kita bahu membahu dengan semua kalangan mengantisipasi terjadinya penyebaran virus ini lebih meluas.

Apa masyarakat sanggup berlama-lama stay at home? Apa pemerintah akan terus-menerus memberlakukan sosial distancing, PSBB, lock down? Apa ada jaminan masyarakat tidak ada yang tidak melanggar aturan yang telah pemerintah tetapkan? Kita tidak yakin dan tidak mengetahui secara pasti semua hal itu, bukan? Maka jalan satu-satunya di samping ikhtiar, kita juga wajib mempertebal keimanan kepada Allah, memperbanyak doa, bertaubat atas segala dosa.

Semoga saja dengan kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampun atas segala dosa dan melakukan pertaubatan, virus ini cepat diangkat oleh-Nya. Tidaklah satu bencana, musibah pun di muka bumi ini terjadi melainkan karena ulah manusia. Tidaklah wabah terjadi karena dosa-dosa dan kemaksiatan yang tersebar.

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kessalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 96)

Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Tidaklah fahisyah (perbuatan keji) tersebar pada suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan berbagai penyakit yang belum pernah terjadi pada kaum sebelum mereka.” (HR. Ibnu Majah).

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata:

“Tidaklah Allah menurunkan bala’ (bencana, wabah penyakit), kecuali disebabkan perbuatan dosa dan tidaklah diangkat bala’ tersebut kecuali dengan bertaubat kepada Allah.”

Allah mengingatkan kepada suatu kaum agar mengubah keadaan pada diri mereka sendiri terlebih dulu apabila menginginkan keadaan berubah menjadi lebih baik.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Jadi, kapan corona akan berakhir? Kita maksimalkan saja ikhtiar lahir batin diikuti perilaku yang juga semakin bertakwa. Kita serahkan kepada Allah hasil usaha kita. Semoga corona cepat berlalu.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: detiknews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.