Jiwa Galau

Jiwa Galau

Konsekuensi yang tak dapat dihindari oleh orang yang mengabaikan perintah Allah dengan berani menerjang larangan-Nya dan meninggalkan suruhan-Nya adalah kondisi kejiwaannya tidak tenteram, hidupnya didera gelisah. Hal tersebut terjadi, karena kemungkaran yang dilakukan mengacaukan suasana hati.

Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Kebaikan akan mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan akan mendatangkan kegelisahan.” (HR. Al-Hakim).

Ibnu Rajab menjelaskan dampak dari dosa secara psikis yaitu apa yang mempengaruhi dada/hati berupa kesusahan, kesempitan, kegelisahan, kegoncangan serta tidak membuat dada  menjadi tenteram/lapang.

Kita lihat saja gambaran kegalauan jiwa itu terpancar dari kehidupan orang-orang yang secara spiritual jauh dari Sang Khaliq, baik dia itu beriman kepada Allah maupun tidak. Betapa kita lihat kecukupan secara materi namun bila tidak diimbangi dengan batin yang tercerahkan oleh petunjuk wahyu hanya akan melahirkan kecemasan dan kegamangan hidup.

Di beberapa negara maju memiliki persentase angka bunuh diri yang cukup tinggi atau di negara kita sendiri kerap kali kita dibuat tersentak oleh berita tentang perilaku orang-orang tersohor alias ternama yang melakukan hal-hal yang tak sepantasnya menurut adab dan norma, secara duniawi boleh dikatakan mereka sudah mendapatkan segalanya. Lalu apa lagi yang melatarbelakangi hal itu terjadi selain karena kegersangan jiwa lantaran menipisnya hubungan dengan Illahi.

Seorang Ustadz pernah mengisahkan tentang seorang pria di negara Jepang yang tidak jadi bunuh diri dan akhirnya masuk Islam setelah permasalahannya terselesaikan oleh agama rahmatan lil ‘alamin ini. Pria ini mengalami insomnia alias tidak bisa tidur sudah dalam beberapa hari, begitu ia mengikuti ajakan seorang lelaki muslim yang membawanya ke masjid dan di selasarnya dia mendengarkan tausiyah serta lantunan ayat-ayat suci, pria ini pun tertidur dengan pulasnya, hingga lantaran hal ini mengantarkannya masuk Islam.

Begitulah betapa ayat-ayat Allah menengakan hati, sebagaimana firman-Nya:

…ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28).

Bila jiwa kerap galau dan hidup dilanda kegelisahan, jangan-jangan karena garingnya hubungan dengan Allah. Maka, penawarnya tentu saja segera bersimpuh dan memegang teguh ikatan dengan-Nya.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: Pixabay      

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.