Hari Rayaku-Rayamu-Raya kita

::Hari Rayaku-Rayamu-Raya kita::

Senja di akhir Ramadan
Semarak sukacita berlisan
Namun tersayat sebuah goresan
Berkubu dengan hitamnya arang

Barisan katamu bagai lesatan panah
Baik dan buruk menjadi lumrah
Seketika sesal berkawah
Tipuan rasa membuat pongah

Sesaat kemudian…
Seiring tergelincirnya sang mentari akhir Ramadan
Selepas gema takbir pertama berkumandang
Selaksa rasa berlepas dari kecemasan

Tersungkur diri
Luruh segala emosi
Dalam goresan azali
Mencabik tirani hati

Bukankah kita adalah sama?
Tercipta dari tetesan nutfah yang hina.
Masih layakkah diri berkehendak?
Sementara topeng kita masih berjumawa

Jika kita masih bertemu hari esok
Tautkan doa agar berpadu elok
Seraya langitkan harap meski terseok
Semoga hanya cinta yang terelok

Hari Rayaku bergema takbir
Hari Rayamu bersanding zikir
Hari Raya kita bersenandungkan syair
Segala puji terserlah tanpa tabir

Sungguh kata mampu menikam jiwa
Meski hanya deret huruf tanpa suara
Dan sebuah MAAF menjadi bernyawa
Tak kala kata lain mati tanpa makna

Rayaku, Rayamu, dan Raya kita adalah sama
Mengikis segala bentuk lawwamah
Mengharap hadirnya muthmainnah
Menjadikan kesuciannya bergema

Selamat merayakan kemenangan
Selamat mendapatkan kebahagiaan
Selamat menaburkan kemanfaatan
Dalam indahnya Syawal penuh keceriaan

Minal ‘aaidiin wal faaiziin
Taqobbala allahu minnaa wa minkum
Taqobbal yaa kariim


Depok, 1 Syawal 1441. H
Frida Aulia

rumahmediagroup//afafaulia18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.