Tetap Bebas, Meski Terkepung Wabah

Semakin hari, semakin banyak orang bertanya-tanya, “Kapankah kita terbebas dari virus corona?”
Pertanyaan yang sulit untuk dijawab dengan benar.

Adalah June Almeida yang mengidentifikasi virus ini pertama kalinya di tahun 1964. Sejak saat itu virus tersebut telah berkembang dengan aneka variannya yang berbahaya, bahkan berujung kematian.

Efek penyakit akibat sang virus membuat pemimpin di beberapa negara mengambil langkah ketat. Kunci dirimu di rumah. Jangan terjangkit dan jangan menjangkiti. Jaga kesehatan. Semua aktivitas sedapat mungkin dilakukan dari rumah.

Terlepas dari pro kontra dengan kebijakan pemerintah, sesungguhnya semua merasa terpenjara. Kita tak lagi bebas berjalan ke mana saja. Bosan tiada terkira dibelenggu oleh sesuatu yang tak terlihat.

Ada baiknya kita ikuti cara Bapak Bangsa kita, Mohammad Hatta. Beliau sangat mencintai buku. Ke mana pun dirinya pergi, buku selalu ikut. Sangat wajar bila ia menjadi pemimpin berwawasan luas, yang disegani.

“Aku rela dipenjara asalkan bersama buku. Karena dengan buku, aku bebas.”
Demikian ucapan terkenal dari beliau.

Bertemanlah dengan buku di manapun dan kapanpun, sehingga tak pernah ada rasa terpenjara.

rumahmediagrup/fifialfida

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.