Lebaran Berpandemi, Mempertinggi Ketaqwaan 

Lebaran Berpandemi, Mempertinggi Ketaqwaan

Tak terasa di jam-jam terakhir petang hari  Sabtu, tgl 23 Mei, mau berakhirnya bulan suci Ramadhan, masih saja kutunggu berita, andai masih diperbolehkan shalat Ied di masjid komplek dekat rumahku.

Hingga terdengar seruan pak RT kalau shalat Ied besok pagi ditiadakan di masjid, dan dihimbau untuk shalat dengan keluarga saja di rumah, oh.. my goodness.

Ya nggak masalah, kami sekeluarga dan warga se RT, se RW, atau malah mungkin se-kelurahan, se-kecamatan, juga mentaati perintah aparat desa dan kecamatan kami, dengan berbagai pertimbangan walau selama ini wilayah perumahan tempat tinggalku hanya 1 kali terdeteksi  ada 1 ODP, mungkin untuk pertimbangan fadhillah kesehatan buat masyarakat sekitar juga.

Akhirnya saat yang ditunggu tiba,  setelah selesai shalat subuh di Minggu pagi, si bapak mengecek jalan keluar-masuk blok dekat masjid di komplek perumahanku yang ternyata memang sudah dijaga dan ada portal sederhana dari meja-meja petugas yang berjaga.

Agak janggal jika mau dipikir dalam-dalam, mengingat di 2-3 hari menjelang lebaran, mall di kotaku begitu padat pengunjung, yang jelas sangat mengabaikan phisycal dan social  distancing, tapi apalah artinya harus keras berpikir untuk sesuatu yang kita sendiri tak mampu merubahnya.

Aku dan suami lebih banyak mengajarkan pada anak-anak kalau suasana berlebaran kali ini ya memang banyak menuntut kesabaran yang mana hasil dari kesabaran adalah ketaqwaan akan  kehendak Allah SWT.

Resepnya mudah kok, cukup taqwa dan tawakal berdasarkan Firman Allah, QS. At-Talaq ayat (2 – 5).

“Barang siapa yang bertaqwa pada Allah, Allah akan memberi jalan keluar dan memberi rezeki dari jalan manapun yang tidak disangka-sangka, dan barang siapa yang tawakal pada Allah, Allah akan mencukupinya” (ayat 2- 3). 

“Dan barang siapa yang  bertaqwa pada Allah Allah Akan memudahkan perkaranya” (ayat 4).

Dan di (ayat 5), “Barang siapa yang bertaqwa pada Allah, Allah akan menghapus dari beberapa kejelekannya (dosa) dan Allah akan memberi pahala yg agung (Mulia)”.

Aku dan anak-anak sebapaknya sudah siap menjalankan shalat Ied di rumah, dan kami jalankan tradisi di kampung halaman suami setelah selesai shalat yaitu sungkeman minta maaf dari mulai anak yang bungsu ke kakaknya dan dilanjutkan ke ibu bapaknya, dengan kuawali  sungkem ke suami.

Sempat kepikiran bagaimana dengan anjangsana ke rumah pakdenya anak-anak di daerah Cilegon, sementara pintu gerbang perumahan betul-betul di portal sementara karena hari lebaran ini? Satu-satunya cara  adalah dengan berlebaran secara virtual silaturahmi kepada sanak famili dan teman-teman melalui media sosial, dan yang paling jadi pilihan kali ini adalah berkirim Video Call saling menyampaikan suasana lebaran di rumah masing-masing.

Ya begitulah lebaran-ku bersama keluarga kali ini yang lebih mengedepankan keutamaan dari bersikap sabar dan tetap bisa menikmati arti dari hakikat memenangkan sebuah perang batin dan perang hawa nafsu selama bulan puasa dan sampai selesainya, yaitu tidak memaksakan kehendak berlebaran seperti sebelum ada Covid-19.


Semoga Allah segera memudahkan kami umat Islam beribadah di masjid-masjid kembali dan mengangkat Covid-19 dari dunia, khususnya di negara-negara dengan mayoritas muslim, Aamiin.

pic. Pinterest

rumahmediagrup/isnasukainr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.