Lebaran dalam Sangkar

Kucoba bangkit mengangkat sayap patahku 
Kepakkan sayap yang mulai rapuh 
Mencoba berdiri, tuk terbang tinggi
Mencoba terbang walau hanya dalam mimpi
Hampir tiga bulan penuh burung dalam sangkar
Sangkar emas menjeratnya dalam kesendirian
Merajut tumpukan daun dan jerami tuk sarangnya
Berbalut sabar dalam selimut keheningan raga 
Memupuk kehangatan dalam tali kasih
Merajut tali kasih sang induk dan anaknya
Karena selama ini tak pernah bersahabat dengan alam
Tiga bulan terlampaui, kisah kasih mulai terajut
Ia yang merenggut kebahagiaan
Hingga titik asa yang tak berujung 
Burung pun mulai enggan bernyanyi
Ia hadir tanpa izin, hancurkan jiwa dan hati


Kini hari terasa sunyi
burung nan cantik kian menyepi 
Kau bawa ceria dalam nestapa 
hingga burung pun enggan menyapa
Sangkar emas tiada arti, lirih burung merintih
Lelah dalam penantian yang sunyi
Entah kapan ia berlalu pergi
Telah bosan sang induk, ingin ia segera berhenti dan pergi
Ya Ilahi Rabbi, kapankah ia pergi
Haruskah kuusir atau ia pergi sendiri
Hanya tanganMu yang mampu mengubah
Biarkanlah ia pergi, enyahkan ia dari muka bumi ini
Atau pun Kau yang panggil kembali
Kun fayakun, semua kan terjadi 
Hingga mengatakan itu dan terjadi
Maka terjadilah dan semua terjadi
Berikanlah kebebasan padanya
Biarkanlah burung terbang 
Sangkar emas tak melulu indah
Tak nyaman rasa, dalam sangkar emasnya
Bukanlah burung yang berkehendak
Ia tak sanggup mengubah takdir
Kalau pun ia mulai terbang dan berpikir
Semua itu kehendakNya, tak mungkin mangkir
Jangan iri dengan burung dalam sangkar emas
Belum tentu ia bahagia, malah terlihat cemas
Belum tentu ia merasa nyaman
Justru kebebasannya telah tak aman
Jangan heran jika ia terbang
Mungkin sangat berat tinggalkan sarang
Perlu kekuatan tuk terbang
Telah digariskan Allah, yang Maha Penyayang
Maka bersyukurlah dengan semua 
Jangan iri dengan burung dalam sangkar emas
biarkan ia menghadapi kemurungan dengan tabah
Allahlah yang Maha Berkehendak 
Terkadang mata terlena karenanya
Dengan kilau sangkar emas
Padahal itulah penjara baginya
Sangat disayangkan jika iri padanya
Selamat lebaran wahai burung dalam sangkar, 
Semoga ini segera berakhir, tetaplah bersabar
Nantikan pintu sangkar terbuka lebar
Untukmu wahai burung dalam sangkar
"Taqobalallahu minna wa minkum, wa taqabbal ya kariim". 
"Mudah-mudahan Allah menerima amal ibadah kita dan kamu semua, dan terimalah ya (Allah) yang maha Mulia". 
Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin
1441 H/2020 

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.