Dosa Menyengsarakan Raga

Dosa Menyengsarakan Raga

Kemaksiatan kepada Allah hanya akan mengundang bala bencana, salah satunya bala berupa penyakit. Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)

Ibnu Abu Hatim menceritakan bahwa satu hari Imran Ibnu Husain ditemui muridnya, sementara dia sedang ditimpa satu penyakit. Murid-muridnya berkata kepadanya, “Sesungguhnya kami merasa sedih dengan apa yang kami lihat menimpa dirimu.” Maka Imran Ibnu Husain menjawab, “Janganlah kamu bersedih hati melihat diriku seperti ini, sesungguhnya apa yang kamu lihat ini karena suatu dosa, sedangkan apa yang dimaafkan oleh Allah jauh lebih banyak (daripada dosa itu).” Beliau lalu membaca QS. Asy Syura: 30 (Tafsir Ibnu Katsir).

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata:

“Tidaklah Allah menurunkan bala’ (bencana, wabah penyakit), kecuali disebabkan perbuatan dosa dan tidaklah diangkat bala’ tersebut kecuali dengan bertaubat kepada Allah.” (Kitab Jawaabul Kaafi)

Dikisahkan dari Abu Bakrah bin Ummiyah, ia menuturkan, bahwa dahulu ia bertetangga dengan seorang lelaki dari Juhainah. Di kampung itu hidup pula seorang laki-laki yang jahat bernama Risyah.

Risyah memperlakukan lelaki dari Juhainah ini dengan kejahatannya. Ia mengambil unta-unta miliknya, baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Suatu hari, Risyah mengambil untanya yang paling bagus dan menyembelihnya, lalu meninggalkannya begitu saja setelah mengambil punuk dan dagingnya yang bagus.

Lelaki Juhainah ini teramat sedih mengetahui hal itu, ia lalu berdoa supaya Allah menimpakan bisul di mata Risyah. Allah mengijabah doa laki-laki ini.

Mata Risyah ditumbuhi bisul yang menyerupai buah bidara, tepat di saluran air matanya. Penyakit ini menjadikan jiwanya terasa sempit, malam laksana siang dan siang laksana malam.

Semakin hari bisulnya tumbuh semakin besar, hingga mengenai seluruh bagian kepalanya. Pada akhirnya, Risyah pun meninggal dengan penderitaan bisul yang tak tertahankan.

Kini, kita lihat kisah yang terjadi pada anak muda zaman sekarang. Sebut saja namanya Andi, masih muda dan menjadi tumpuan harapan keluarga. Namun, apa daya dalam usia yang masih semuda itu dia sudah menderita penyakit serius, gagal ginjal. Seminggu sekali Andi rutin transfusi darah demi “menyambung” nyawanya, walaupun pada akhirnya jiwanya tak dapat terselamatkan.

Andi harus menanggung akibat dari kebiasaan buruk masa remajanya, yakni pencandu alkohol dan obat-obatan terlarang yang semua itu merupakan tindakan bermaksiat kepada Sang Khaliq. Kita berlindung kepada Allah dari perbuatan memaksiati-Nya.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: Muslim.or.id  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.