Lebaran dan Resolusi Diri

Sumber gambar : galery rumahmediagrup.com

Lebaran dan Resolusi Diri

Usai sudah ramadhan pergi, datanglah lebaran. Agenda silahturahmi banyak tergantikan melalui virtual. Lebaran tahun ini memang berbeda. Tapi tak mengurangi rasa syukur. Tak ada tamu, tapi banyak sekali hikmahnya. Keluarga kami semakin kuat, lebih saling mengingatkan dalam ibadah. Sholat berjamaah lengkap dan tepat waktu. Alhamdullilah…

Pagi ini, aku berbaring menyandarkan punggung di kasur sebentar. Ternyata lelah juga ya lebaran walau tanpa tamu. Lalu, aku mulai terbersit untuk membuat semacam catatan resolusi. Menarik untuk dituliskan sebagai instropeksi diri dan paling tidak jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka kemungkinan besar upaya memperbaiki diri terjadi. Dimulai dari sekarang.

Aku ambil saja gawai, aku tuliskan di situ. Sengaja aku tuliskan semuanya di email, biar tersimpan rapi dan jika suatu saat lupa tinggal klik buka email. Lalu, aku mulai mencatatnya sambil menuliskan angka satu. “Bahagia yang harus aku ciptakan setiap saat.” Bahagia itu mahal, makanya aku harus tabung mulai dari sekarang. Meskipun bahagia itu sederhana, tapi kalau tidak diberikan dengan tulus maka akan jadi rumit. Bahagia itu aku yang tentukan, tapi bisa jadi orang lain ikut merasakan. Tergantung pada rasa bersyukur pada apa-apa yang telah kita bagi. Dan untuk bahagia harus dibayar mahal. Bukan hanya soal butuh materi untuk bahagia, tapi ada misi sosial dan emosional. Membayar bahagia dengan meninggalkan ego, menghapusnya demi senyum yang lainnya.

Aku tuliskan nomor dua, “Aku harus banyak bersabar.” Menabung banyak sabar akan sama dengan menabung banyak pahala. Lalu, jika sabar ini tumbuh pesat, maka kemungkinan bahagia akan muncul bersamaan dengan ketenangan. Jika sabar ini mulai tumbuh, maka akan mudah sekali muncul rasa mengerti dan memahami sesama. Peka terhadap apa-apa yang berbeda.

Yang nomor tiga, aku tuliskan “Lebih banyak berbagi kasih sayang.” Menabung berbagi tentu saja akan membawa banyak kebaikan dan kebermanfaatan. Berbagi dengan penuh kasih sayang. Walau hanya sebatas berbagi senyuman. Banyakin sedekah, mengingatkan kembali apa-apa yang kita punya bukan sepenuhnya punya kita. Mudah-mudahan Allah selalu mengingatkan ini, susah kalau pelit sudah mendarah daging…he..he…

Apalagi ya? Aku menarik nafas pelan-pelan. Berpikir sambil membolak-balikan gawai. Apa yang harus aku tuliskan di nomor empat? Apa sudah cukup tiga saja? Ah, apa ya?

Aku tuliskan perlahan, ”Suami dan anak-anak adalah prioritas utama.” Keluarga menjadi nomor satu dalam tiap apapun yang terjadi. Keputusan penting apapun yang harus aku ambil, maka merekalah tujuan utamanya. Menjaga perasaan semua anggota keluarga yang mahal, lebih dari kebahagiaanku sendiri. Tidak semudah rasa sabar yang harus aku pupuk. Tidak sesederhana hanya sebatas berbagi senyum.

Dan yang paling penting, aku tuliskan dalam nomor lima, “Selalu menjaga prinsip bahwa mencintai suami dan anak-anak adalah hal yang utama.” Jika terjadi keluh, capek dan rapuh maka hanya mencintai merekalah yang menguatkan. Alasan masih saja bertahan dalam hidup adalah sepenuhnya karena mereka.

“Selesai” Aku membacanya satu-persatu. Namun, aku tuliskan kembali, bahwa mencintai suami dan anak-anak adalah nomor prioritas dan utama. Biarkan menabung bahagia, bersabar dan  berbagi senyum mengikutinya.  Bukankah demikian? Aku akan berproses dalam bahagia yang aku temukan dalam cinta tulus mereka. Instrumen pahala biarlah menjadi urusan Allah saja. Aku urus semuanya tentang mencintai keluarga kecilku saja. Bahagia mereka, bahagiaku. Sabarku, bahagia mereka. Berbagiku, untuk mencintai mereka. Tak lebih dari itu. Cukuplah…

Semoga Allah mempermudah resolusi ini, mencintai agar selalu dicintaiNya.

Saya, Anita bersama keluarga mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum. Kullu ‘aamin wa antum bi khayr. Minal aa’idin wal faaizin. 🙏

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.