Menyikapi Lebaran dengan Perayaan Sederhana

Lebaran ditahun ini dirasakan kebanyakan masyarakat sangat berbeda. Dirayakan hanya oleh keluarga inti saja disetiap keluarga.

Sedih sudah pasti, meskipun dibeberapa wilayah daerah yang terbilang zona hijau, untuk melaksanakan ibadah shalat Ied diMasjid Agung diperbolehkan.

Tidak serta merta warga merasa bebas, tetapi tetap dengan penjagaan satuan tugas covid-C-19. Penggunaan masker dan jaga jarak tetap diberlakukan.

Bukankah Lebaran merupakan hari raya yang harus dijalankan setiap muslim? Meskipun sulit keadaan yang saat ini kita hadapi, tetap memberikan sikap yang patut untuk membuat aman warga yang menjalani.

Kita memiliki prinsip dan sikap yang harus memaksakan diri dan keluarga, agar mampu menahan keinginan untuk bersilaturahmi secara fisik.

Tetapi kita bisa tetap bersilaturahmi dengan cara menggunakan teknologi yang mampu mendekatkan yang jauh, hanya dengan saling berkirim kabar atau video call.

Untuk saat ini hal tersebut dirasa cukup simple dan aman untuk dilakukan. Meski tetap saja tidak afdol dan kurang seru anak muda bilang.

Bersabarlah, karena Lebaran kita tidak dapat berjabatan tangan, saling memeluk dalam hangat. Namun sudah cukup mewakili ketika kita harus bersikap bijak dimomen saat ini.

Semua pasti mengakui kekecewaan mendalam, bersama-sama menjalani Lebaran yang hanya dilakukan di Rumah masing-masing saja.

Disitulah keunikannya. Kita harus mampu meredam kesal, agar suasana bahagia tetap terasa. Melawan covid-19 memang sedang digalakan saat ini.

Tetap saling menghormati sikap yang diambil masing-masing individu, dengan tujuan yang baik, tanpa adanya perpecahan akibat sikap takut yang dirasakan.

Makanan yang disajikan tentu akan mengulang memori kenangan di lebaran-lebaran tahun-tahun yang lalu. Meski hanya dengan sajian sederhana kita harus mampu menyikapinya dengan penuh ikhlas.

Berjuang tetap dilaksanakan, selama keyakinan akan berubahnya keadaan semakin memberi hikmah kebaikan di dalamnya.

Telaten dalam bersosialisi dalam dunia teknologi, pun dapat mempererat silaturahmi tanpa saling bertatap dan sentuhan tangan. Lebaran tetap bisa dilaksanakan.

Rumah Media Grup / Allys Setia Mulyati
Foto : dokumentasi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.