Setelah Lebaran, Ayo, Syawalan!

Setelah Lebaran, Ayo, Syawalan!

Selain diperintahkan untuk melaksanakan puasa wajib, umat muslim juga diperintahkan untuk melaksanakan puasa sunah. Ketahuilah, bahwa apabila kita mengerjakan puasa sunah, maka akan mendapat pahala, dan bila tidak mengerjakannya tidak mendapat dosa. Nah, pilih mana? Tentu kita memilih mendapat pahala, ‘kan?

Ada perbedaan niat puasa yaitu pada puasa wajib waktunya mulai terbenamnya matahari sampai terbit fajar, sedangkan pada puasa sunah niatnya mulai terbenam matahari sampai tergelincirnya matahari (waktu zuhur) selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Berikut ini adalah beberapa puasa sunah yang dianjurkan yaitu:

  • Puasa Syawal

Salah satu contoh puasa sunah adalah puasa Syawal. Cara mengerjakan puasa ini sama seperti puasa Ramadan yaitu dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa Syawal dilaksanakan selama 6 hari boleh dilakukan berturut-turut, boleh juga dengan cara berselang-selang. Pelaksanaannya bisa dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal.

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

  • Puasa Senin dan Kamis

Puasa sunah Senin dan Kamis dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Riwayat Ahmad dan At-Turmuzi berikut ini:

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu menjaga puasa Senin Kamis”

  • Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Arafah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang sedang tidak berhaji.

Pahala puasa bagi orang yang melaksanakan puasa Arafah adalah menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang, seperti yang disebutkan dalam hadis berikut ini:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda: “Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Demikianlah beberapa puasa sunah yang dianjurkan bagi kita kaum muslimin. Dan karena kita berada dalam bulan Syawal, marilah kita laksanakan puasa sunah selama 6 hari untuk mendapatkan kecintaan Allah SWT.

***

rumahmediagrup/windadamayantirengganis


Gambar by Winda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.