Maafkan, Tak Ada Baju Lebaran

“Mah, boleh ga pake baju ini?” Tanya si bungsu sambil memperlihatkan baju yang akan dipakainya.
“Jangan yang itu ya Nak, yang lain aja”. Jawabku sambil menyuruh dia untuk mencari lagi baju yang lain. Alhamdulillah dia mengerti dan tak merajuk untuk memaksa memakai baju yang diinginkannya. Baju itu memang bukan baju baru namun sudah pernah dipakainya satu kali. Dalam hati aku merasa lucu mengapa aku melarang si bungsu memakai baju itu hanya semata aku takut ga bisa membelikannya baju baru untuk lebaran nanti. Bukan karena aku tak ada uang tapi aku takut tak sempat membelikannya atau membikinnya.

Sejak diberlakukannya lockdown, sepertinya ruang gerakku dibatasi. Aku tak bisa ke mana-mana hanya di rumah saja. Kerja dari rumah pegang hp terus atau laptop. Rasanya sudah jenuh di rumah pingin sekali-kali jalan ke luar hanya untuk sekedar shoping kebutuhan sehari-hari. Namun sejak mewabahnya virus corona, aku hanya belanja di pasar yang dekat rumah saja. Itu pun hanya untuk membeli kebutuhan makanan. Bukan tak ada pakaian yang di jual di pasar itu. Tapi kalau pakaian tak ada yang cocok untukku. Jadi aku lebih suka membeli pakaian di luar bukan di pasar.

Suatu hari si bibi pembantuku meminta pertolongan padaku.
“Teteh, gimana ya, itu cucu minta dibeliin hp katanya biar bisa belajar. Sekarang kan kalau belajar harus pake hp”. Kata si bibi.
“Iya Bi, tapi paling tidak kalau hp android yang bagus harganya di atas satu juta”.
“Ya, ga usah yang terlalu mahal lah, yang penting bisa buat belajar. Ini bibi punya uang satu juta rupiah”. Kata si bibi sambil memperlihatkan uangnya.
“Iya Bi, nanti kalau saya ke Tasik, saya belikan. Ga tau bisa apa enggak ya masuk ke kotanya”. Jawabku.

Sejak diberlakukannya PSBB di Kota Tasik dan Ciamis. Aku semakin malas untuk ke luar rumah. Jangankan di kota di kampung saja, kalau tiap sore suka ada razia satpol PP untuk membubarkan kerumunan. Apalagi saat ini di bulan Ramadhan kalau tiap sore banyak para remaja yang ngabuburit. Hanya untuk sekedar nongkrong atau beli makanan buat takjil. Nah, kalau keliatan ada yang berkerumun langsung saja para petugas mengingatkan untuk segera bubar dan yang penjual makanan dan pembeli harus jaga jarak.

Siang itu aku kepingin sekali jalan ke luar sekalian kalau bisa mau beli baju buat anak-anak.
“Bi, aku mau ke Tasik mau lihat situasi bisa enggak ya masuk ke kota. Bibi jadi beli hp ga?”Tanyaku kepada si bibi.
“Oh iya Teh, ini uangnya. Pokoknya kalo bisa harganya yang kurang ya Teh”. Kata si bibi.
“Iya Bi, saya usahakan nyari yang harga segituh”. Jawabku.
Aku pun berangkat menelusuri jalan raya. Alhamdulillah di perbatasan wilayah tak ada petugas berjaga yang biasa memeriksa para pengendara yang akan memasuki wilayah Tasik. Akupun memacu sepeda motorku ke arah kota. Namun tiba di perempatan simpang lima yang menuju arah kota ke jalan Dokar ternyata ditutup ga bisa lewat. Di sana ada polisi berjaga. Aku tak mau menerobosnya takut nanti ditanya tujuanku mau beli apa. Kalau jawabannya mau beli hp nanti takut tidak boleh. Karena memang saat itu toko yang boleh buka adalah toko yang menjual bahan makanan. Akupun langsung belok kiri menuju jalan lain tapi ternyata ditutup juga. Kulanjutkan saja menelusuri jalan sambil berfikir mungkin bisa lewat jalan RSU, tapi ternyata ditutup juga. Pokonya semua jalur akses menuju arah jalan Hz. Mustofa yang merupakan pusat perbelanjaan ternyata ditutup. Aku pun langsung belok kiri tanpa putar balik, pulang saja ke rumah.
Sampai di rumah bibi heran kok cepet amat. Aku bilang bahwa jalannya ditutup. Aku serahkan kembali uang bibi. Tapi dia menyuruh aku untuk memegangnya. Kapan-kapan saja aku bisa membelinya.

Dua hari kemudian aku mencoba lagi untuk pergi ke Tasik di saat PSBB masih berjalan. Aku mau mencari alternatif jalan yang bisa kulewati. Alhamdulillah walaupun dengan jalan muter-muter dan lewat jalan tikus aku bisa di toko yang aku tuju. Aku bisa langsung membelikan hp buat bibi walaupun pelayanannya secara sembunyi-sembunyi. Tapi aku tidak bisa membelikan baju buat anak-anakku karena di Toserba itu untuk pakaian dijual secara online. Sedangkan yang buka hanya supermarketnya. Aku sudah males mencari toko yang lain karena sudah terlalu cape. Pikirku masih ada waktu untuk membelinya nanti.

Namun setelah PSBB berakhir, kota Tasik katanya memperketat akses masuk ke pusat perbelanjaan. Sehingga orang-orang malah mengalihkan belanja ke pasar di daerahku yang memang lokasinya berada di daerah perbatasan antara Tasik Ciamis. Aku semakin malas untuk belanja ke Tasik selain tambah macet, juga ga mau berdesak-desakkan hanya untuk beli baju.

“Mah, aku beliin sandal aja ya di shopee, masa Kakak udah dibeliin aku belum”. Rengek si bungsu sambil memperlihatkan gawainya, menunjukkan barang yang diinginkannya. Ternyata dia mengunduh aplikasi shopee untuk belanja online. Duh, anak kecil juga sudah tau dan milih sendiri.
“Terus bajunya gimana Neng?”Tanyaku
“Terserah Mamah aja? Jawab si bungsu
“Ga beli, ga apa – apa ya?” Aku bertanya lagi.
“Beli jaket aja sama sandal kaya kakak”. Permintaannya padaku.
“Masa lebaran mau pakai jaket?” Tanyaku menggodanya.
“Ih, ga pa pa kan dipakainya juga sekarang lagi musim hujan begini”. Jawabnya
“Kalau ga beli baju baru buat lebaran, ga apa-apa kan? Soalnya kan sekarang ga boleh ke Tasik, dan ga boleh bawa anak kecil kalau belanja”.
“Iya Mah”.Jawabnya singkat
“Baju-baju punya Neng, masih baru-baru itu juga”. Aku merayunya supaya dia ga terlalu bersedih.
“Iya Mah, nanti pakai baju yang mana?”Tanyanya.
“Terserah Neng, yang samaan dengan punya mamah juga ga apa-apa”. Jawabku
Ia hanya mengangguk saja. Sangat mengerti dengan kondisi sekarang yang tak boleh ke luar rumah. Maafkan ya Neng, lebaran tak ada baju baru.

Foto:koleksi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.