Terkecoh Oleh Si Merah

Pedih itu, saat tulisan berada dalam draf sekian lama, tiba-tiba saat siap tayang ada peristiwa tak terduga. Kebiasaanku sebelum diterbitkan, selalu diedit terlebih dulu. Diperiksa kembali biar tak ada kesalahan tulis atau typo, barangkali ada kalimat yang tidak efektif atau bermakna ambigu. Bahkan bisa jadi karena narasi yang terlalu panjang, maka setelah usai diedit, siap-siap deh diterbitkan.

Apa coba peristiwa itu? Kebiasaanku membuat judul selalu di akhir tindakan. Baru deh dipikirkan apa judul yang akan ditulis. Tiba-tiba, aku dikagetkan dengan tulisan judul berwarna merah. Loh kenapa ya? Jangan-jangan ada yang salah dalam pengaturan. Lalu aku mengecek pengaturan dan masih seperti biasa, kumulai mengetik kata demi kata. Eh kok tulisan judul, huruf kapital semua? Kuhapus kata tersebut, kuulangi lagi eh tetap kapital. Oh barangkali ada kesalahan di keyboard, mungkin tertekan caps lock . Kutekan caps lock, eh ternyata masih kapital ya.

Aduh, apa ya yang salah? Kuulangi lagi tekan caps lock. Nah loh tetap kapital. Salahnya di mana ini?  Judul tetap kapital semua dan berwarna merah pula. Wah kemarin kan S n K harus menggunakan huruf kecil kecuali tiap awal kata huruf kapital. Ya selayaknya syarat penulisan judul deh. Namun sekarang kok bisa huruf kapital semua? Berpikir-berpikir.

Penasaran juga, lalu kulihat ke pengaturan dokumen dan blok, di sana ada tulisan berwarna merah. Aku pikir, mungkin ini yang menyebabkan judul berwarna merah. Karena ia berwarna merah, akhirnya kuputuskan untuk meng-klik warna merah itu tanpa membaca tulisannya. Tidak pikir panjang ku-klik tulisan berwarna merah itu. Waduh kok tulisanku berpindah ke tong sampah. Astagfirullah ternyata tulisanku terbuang. Di sana ada tulisan “Pos berhasil dipindahkan ke sampah, batalkan dan tanda silang”. Entah apa yang ku-klik akhirnya hilanglah itu tulisanku.

Aku semakin penasaran, masa sih hilang? Ku otak-atik lagi, tapi entah-lah tulisannya ada di mana. Panik deh, karena menurutku ini kisah menarik. Ingin ku posting hari Minggu, dan kuberikan spesial kisah ini untuk suamiku. Namun, apa boleh buat. Tulisan itu lenyap entah di mana. Raib, nyangkut di mana?

Bukan aku, jika langsung menyerah dengan keadaan. Kucoba membuat draf lagi, tulisan yang asal klik. Lalu kuulangi apa yang kulakukan pertama dan kucoba membuang ke tempah sampah. Namun tulisanku masih ditemukan. Nah berarti tulisanku yang pertama ada dong. Lalu, kucari lagi deh, Tapi ternyata memang tulisanku sudah raib.

Sayang sekali ya, dari tiga atau empat hari lalu draf itu tersimpan. Untuk menerbitkannya, aku butuh kekuatan. Karena tulisan ini, berhubungan dengan kisahku dengan suami. Mungkin belum waktunya aku menulis tentangnya, dan Allah belum mengizinkan. Ingin tahu tulisan apa yang berwarna merah? Move to Trash tahukan artinya? hiks hiks

Alhamdulillah dan tetap bersyukur. Kebiasaanku sebelum menulis di wordpress atau di web. Selalu kutulis di catatan gawaiku. Jadi, nanti bisa aku pindahkan ulang ke wordpress, akan tetapi mungkin sedikit berubah kisahnya. Karena terkadang kisah itu berubah tergantung suasana hati dan ide yang muncul. Jika suasana tidak mendukung dan adanya perubahan ide dengan kisah, mungkin akan sedikit berbeda dari kisah semula.

Ya inilah pengalamanku. Pengalaman karena kurang hati-hati dan tidak teliti. Semoga menjadi pelajaran yang berharga bagiku dan bagimu.

Wallahu A’lam Bishowab

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.