Bunda Dan Yulia (Bagian ke 3)

Bunda dan Yulia (Bagian ke 3)

Bekasi, 31 Mei 2020

Tiga tahun sudah Yulia mengikuti pendidikan di SMPIT, saatnya mencari sekolah lanjutan tingkat atas, saatnya bunda memberikan keleluasaan pada Yulia untuk memilih dan mencari sekolah yang ia inginkan sesuai cita-citanya.

“Bunda aku mau sekolah kesehatan ya?”
“Boleh, bunda hanya bisa mendo’akan kamu bisa berhasil mencapai cita-cita” Bunda sambil tersenyum.
“Hanya satu pesan bunda jaga diri, jujur dan jangan lupa menghargai orang lain, jika kamu sendiri ingin dihargai orang.”
“Ya bun insha Allah”.
Yulia langsung masuk kamar dan mulai mencari informasi tentang sekolah yang ia cari melalui teman-teman dan gurunya.
Bunda melanjutkan memasak untuk sarapan pagi keluarga.

“Bunda!bunda! coba lihat ini!” Yulia menunjukan selembar brosur sebuah sekolah lanjutan atas.
“Coba bunda lihat!”
“Ini yang deket pasar ya Yulia?”
“Ya bun, ada dua orang teman aku juga mau daftar”.
“Ya sudah besok kita kesana”
“Pagi-pagi ya bun, biar ga antri.”
“Oke” Bunda sambil melipat baju yang sedang disetrikanya. Yulia langsung pergi mandi karena jam sudah menunjukan jam.16.00. Yulia ingat belum menunaikan salat asar.

Setelah mandi dan salat asar, Yulia mencari-cari akte kelahiran untuk dibawa besok mendaftar ke SMK kesehatan. Suara lagu slow rock terdengar dari tetangga rumah depan, seakan mengerti keadaan hati pendengarnya. Yulia sambil mengikuti lirik lagu tersebut. Bunda mulai mengakhiri pekerjaan menyetrikanya, dan dilanjutkan bebenah rumah, menyapu dan mengepel, kemudian mandi.

“Bunda!, besok jadi daftarkan sekolah Yulia?” Suara ayah dari dalam kamar.
“Jadi yah, berangkat jam.07.00 ya yah?”
“Ya sudah” jangan kesiangan nanti kena macet.” Ayah menegaskan supaya besok tidak ada yang  kesiangan.

Alarm yang di seting Yulia berdering jam.03.30 pagi, Yulia selalu bangun lebih awal untuk melaksanakan sholat malam, kesempatan itulah Yulia mengadukan semua masalahnya kepada Allah sang pencipta, saatnya  Yulia bermunajat dan berkeluh kesah, karena setelah itu ketenangan didapatkan dalam hatinya, “Ya Robb hanya Engkau yang mengetahui semua yang aku hadapi, hanya Engkau tempat aku mengadu dan berkeluh kesah, berikanlah petunjukMu agar aku tetap berada di jalanMu, berikan aku kesabaran dalam setiap menghadapi masalah. Aamiin.”

Semua ditumpahkan di atas sajadah panjang yang terbentang, terasa damai hati Yulia, tidak lupa berdo’a juga untuk kemudahan dalam proses pendaftaran sekolahnya besok.

Setelah melaksanakan salat malam, Yulia melanjutkan dengan membaca Alqur’an dan hafalannya, selama sekolah sejak SD sampai SMP Yulia diberikan target hafalan Alqur’an, Alhamdulillah kini sudah menghafal tiga juz Alqur’an. Sampai subuh tiba, Yulia langsung salat subuh dan sunah fajar.

Terdengar suara berisik bunda yang mulai sibuk menyiapkan kopi dan air hangat untuk ayah. Setiap pagi hari ayah dan bunda selalu membiasakan minum hangat di pagi hari sebelum mengkonsumsi makan dan minum yang lain.

Setelah selesai salat subuh, Yulia membantu ibu mencuci piring dan menjemur cucian baju, menyapu dan dilanjutkan mandi untuk bersiap pergi menuju sekolah yang dituju untuk mendaftar.
Setelah semua sarapan, dan mulai berangkat.
Ayah melihat hand phone untuk mengecek keadaan jalan yang akan dilalui, supaya tidak terjebak macet.
“Kita lewat jalur selatan ya bun?”
“Terserah ayah, cari yang tidak macet.”

Setelah menempuh perjalanan sekitar 50 menit, mereka sampai di sebuah Sekolah kesehatan yang di tuju, bunda dan Yulia menuju ruang pendaftaran, di sana terlihat ada sekitar tujuh orang mengantri, ayah menunggu di tempat parkir yang tak jauh dari sekolah tersebut.
Yulia sudah mulai mengikuti rangkaian tes yang menjadi persyaratan masuk sekolah tersebut, Yulia tidak memiliki banyak pengetahuan untuk bisa mengisi soal tes, tapi Yulia punya keyakinan bahwa Allah akan memberikan hasil yang terbaik. Jika Allah menakdirkan Yulia untuk sekolah di sini berarti Yulia akan diterima.

Setelah semua  tes dilaksanakan, saatnya wawancara orang tua dan pengumuman, waktunya sampai jam.13.00, Yulia dan ayah menuju masjid untuk salat zuhur, bunda masih diruang wawancara.
Setelah jam.menunjukan 13.30 WIB, seorang wanita keluar menuju ruang tunggu “Ayah bunda silahkan dilihat pengumumannya di ruang TU”
Semua orang tua menuju ruang TU. Yulia terlihat senyum ketika urutan namanya ada di kertas pengumuman tersebut. “Selamat ya nak!” Ucap bunda sambil mencium kening Yulia.
“Bagi peserta yang tertera namanya silahkan masuk ke ruang guru untuk mendapatkan jadwal daftar ulang dan pengukuran seragam.” Suara microfhone terdengar di sudut sekolah, bunda dan Yulia menuju ruang guru.
Setelah itu bunda, Yulia dan ayah pulang menuju rumah dengan hati senang.

Sumber gambar ; Canva
Rumahmediagrup/Maepurpple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.