Jangan Main-Main dengan Kata Terserah

Mengambil dari tema yang ditentukan team kita kali ini, yaitu berkaitan dengan kata “terserah“.

Memang kata yang satu ini akan sangat dengan mudahnya dikatakan. Apalagi bagi mereka yang memiliki kegabutan akibat tidak dapat memiliki kegiatan memberi manfaa t dalam sebuah hubungan.

Meskipun begitu, kita harus pula dengan peka mengartikan kata tersebut ketika telah dilontarkan.

Ada beberapa penangkapan seseorang tentang penerimaan kata “terserah” yang dilontarkan.

Terkadang hal ini menjadi sesuatu yang menimbulkan masalah baru berkepanjangan, bagi mereka yang kurang paham akan arti kata yang dilontarkan.

  1. Kata terserah jika sudah diungkapkan dengan nada tinggi, ini sudah pasti penilaian pada seseorang yang sedang dalam emosi marahnya. Tidak dapat lagi menerima apa yang lawan bicara kita inginkan. Biasanya ini akan menimbulkan marah atau kebencian, yang membutuhkan penjelasan dari kedua pihak untuk menyelesaikan perselisihan.
  2. Jika diutarakan dengan nada rendah dan penuh perhatian, bisa jadi didalamnya ada urusan cinta sepasang pasangan yang memiliki komitmen. Biasanya memberikan pilihan yang akan memberi kenyamanan untuk hubungan yang berpasangan.
  3. Bisa juga diantara sahabat yang sudah sangat dekat dan serasa saudara. Adanya terucap kata “terserah” dengan nada biasa dan datar menandakan diantara hubungan persahabatan sedang membahas sesuatu yang nantinya akan sailing beradu pandangan untuk sebuah kesepakatan.
  4. Dan paling lucu, jika kata terserah ini diucapkan ketika hubungan suami istri yang sudah lama dan tidak saling pengertian. Maka terkadang kata “terserah” inipun sebaiknya tidak usah terucapkan. Berbahaya,, hahah…

Dengan bawa perasaan, ketika kita mendengar atau bahkan menerima ucapan tersebut, maka sebaiknya dicerna terlebih dahulu.

Sampai benar-benar yakin, kata “terserah” yang diterima termasuk ke tipe manakah, sesuai dengan maksudnya. Supaya tidak terjadi perselisihan.

Bawa perasaan itu memang harus, namun jangan sampai berlebihan.

Hanya untuk menilai seperlunya maksud perlakuan sikap orang lain terhadap kita.

Jangan sampai salah mengucapkan kata-kata yang justru merugikan dan menyakiti orang lain ya.

Rumah Media Grup / Allys Setia Mulyati
Foto : dokumentasi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.