Masa Bodoh Atau Terserah

Masa Bodoh Atau Terserah

“Terserah!”
Sering mendengar jawaban kata singkat itu, kata “terserah mengandung arti menyerahkan kepada…(orang lawan bicara) menurut KBBI sedangkan kata adjektiva/kata sifatnya adalah masa bodoh.

Dalam kata sifat terserah mengandung arti kata masa bodoh, lebih luas lagi menjadi sifat pembiaran. Semuanya di serahkan dan diputuskan oleh dirinya masing-masing.


Mau atau tidak, sekarang pemerintah sudah memberikan keleluasan dalam menghadapi wabah corona.
Menjadi buah simalakama, maju kena mundur salah, ketika pemerintah memberikan semua aturan untuk memutus mata rantai penyebaran corona, masyarakat banyak yang melanggar aturan tersebut, seakan itu sebuah slogan saja, disisi lain memang sebagian masyarakat memerlukan kebutuhan penunjang hidup dengan ekonomi yang mencukupi. Dengan pembatasan bersekala besar (PSBB), pemerintah belum siap dengan dukungan ekonomi sebagai penjamin masyarakat, sehingga masyarakat memilih jalan untuk melanggar aturan tersebut.
Alhasil semua menjadi sebuah aturan yang lemah dan tidak bisa membendung bertambahnya jumlah korban.Saat ini sudah mencapai 28.233 kasus (Data up date 3/6/2020 Tribun Ternate.com). Artinya, aturan yang diberlakukan tidak terlalu signifikan untuk memutus mata rantai virus tersebut. Kian hari terus bertambah sangat mengerikan pada awalnya, tetapi terlihat dari kegiatan sehari-hari menjadi sebuah rutinitas biasa saja, maka dari itu, pemerintah memutuskan untuk menyerahkan semuanya kepada masyarakat dengan “Indonesia terserah”.

Seperti pada tulisan saya berjudul “Corona akan berakhir”, akan terjadi herd immunity, sekarang dirubah menjadi “New Normal.”
Setelah pemerintah mengumumkan dengan merubah kehidupan masyarakat menuju new normal, apa bedanya new normal, herd immunity, Indonesia terserah?.

Perubahan ini sangat sedikit dengan kebiasaan yang dialami masyarakat, hanya berbeda bagi anak-anak sekolah, pegawai swasta dan tempat ibadah yang mulai persiapan untuk kembali kesituasi normal. Kita akan hidup bersama virus corona, pandai-pandai kita menjaga imunitas dalam tubuh, dengan bahasa yang diucapkan keseharian mereka (masyarakat) “Lu kuat hidup, Lu lemah ya mati”. Nah sekarang terserah deh mau beraktifitas atau di rumah saja terserah!.
Mau hidup bersih dan sehat atau mau jorok dan kumuh masa bodoh!.
Pokonya yang kuat akan hidup, yang lemah akan mati.

Bekasi, 04 Juni 2020
Sumber gambar : Canva, Tribun Ternate.com
Rumahmediagrup/Maepurpple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.