Terserah Mau Ikut Apa!

Terserah Mau Ikut Apa!

“Terserah!”

Akhirnya, kata-kata itu meluncur juga dari mulut ibuku. Bagiku kata “terserah” adalah pungkasan ketika ibu pasrah tidak mau menasihatiku lagi atau ketika menyerahkan sebuah pilihan kepadaku.

“Pokoknya terserah kamu mau ngambil ekstrakuriler apa. Kamu sudah besar, sudah SMA, sudah tahu mana yang yang tepat sesuai bakatmu,” lanjut ibu lagi.

Sore ini sepulang sekolah aku mengajukan beberapa macam kegiatan ekstrakurikuler yang akan kuikuti di SMA-ku. Aku ingin ikut bola voli dan pecinta alam “Larepa”.

“Ingat, di luar kamu sudah ikut beladiri, juga ada Pramuka yang wajib diikuti. Jangan kebanyakan ikut kegiatan, nanti mengganggu studimu,” lanjut ibu lagi sambil melipat baju.

Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal. Aku ingin ikut voli karena dalam keseharianku sepulang sekolah aku biasa mencari lawan voli bersama Echi, temanku, untuk bermain voli di sore harinya. Begitu sering kulakukan, hingga kulitku hitam legam, namun tak kupedulikan. Bagiku yang penting asyik, biarpun kulitku terbakar panas matahari.

Selain bola voli, aku juga ingin ikut ekstrakurikuler pecinta alam “Larepa”. Larepa kependekan dari Lingkungan Anak Remaja Pecinta Alam. Kegiatan ini identik dengan mendaki gunung. Kenapa aku ingin ikut kegiatan yang katanya jauh dari kata nyaman ini?

Kebetulan, empat kakakku pernah mendaki gunung. Bahkan, tiga dari mereka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam saat SMA. Melihat foto kakak-kakakku di gunung, terlihat keren sekali, ditambah lagi pemandangan di gunung yang sungguh luar biasa indah.

Begitulah, akhirnya di SMA-ku, SMA Negeri 1 Cilacap, aku pun memilih kegiatan Larepa, sedangkan ekstrakurikuler voli hanya kadang-kadang saja, ketika dipanggil untuk menggenapi tim yang kurang. Bukaaan, bukan karena aku jago, tapi kadang-kadang anggota tim kurang lengkap. Jadi cadangan saja hehehe. Kegiatan voli aku ke sampingkan karena di luar sekolah aku sudah aktif di kegiatan beladiri.

Pernah suatu ketika dua kegiatan ini bentrok yaitu aku dihadapkan pada pilihan yang sulit mengikuti lomba gerak jalan atas nama perguruan beladiriku atau mengikuti lomba panjat dinding. Dan, karena terikat “kontrak” aku pun mengikuti lomba gerak jalan. Tak bisa terserah sesuai pilihanku. Kadang kusesali pilihanku ini. Kalau dulu aku ikut lomba panjat dinding, tentu keren sekali. Hiks.

Hingga kini, meskipun sudah menjadi alumnus Larepa, aku masih aktif mendaki gunung. Kadang turut mendampingi adik-adik SMA-ku mendaki gunung, kadang mendaki gunung bersama kawan-kawan seangkatan, atau malah naik gunung bersama kawan-kawan baru.

Dengan mendaki gunung, banyak sekali manfaat yang kudapat. Alhamdulillah. Salam Lestari.

Bersama adik-adik Larepa di Gunung Merbabu 2018

***

Bersama adik-adikku Larepa di puncak Gunung Lawu 2019

rumahmediagrup//windadamayantirengganis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.