Tema Terserah Itu Ambigu

Terserah? Tema tantangan menulis pekan ini ditentukan dengan kata terserah. Namun, terserah di sini aku merasakan kata tersebut ambigu deh. Mari kita cermati . Aku memaknai kata terserah di sini, apakah kita menulis dengan berisi kata terserah? Atau malahan, kita menulis bebas tanpa menghadirkan kata terserah. Namanya juga terserah.

Mengapa ambigu? Nah loh, di mana ambigunya? Coba jelaskan. Hehehe
Begini ceritanya, eh begini penjelasannya.
Mari kita cermati kalimat berikut!
“Kedua, tema minggu ini menggunakan kata kunci *terserah*. Buat tulisan yang berhubungan dengan kata kunci *terserah* Untuk judul tulisan minimal 3 kata maksimal 5 kata dengan kata kunci *terserah* di salah satu katanya.” Tutur Master.

Tuh, kan. Terserah, lebih tepatnya terserah. Ya terserah kita akan menulis apa? Apakah menulis dengan menghadirkan kata kunci terserah, atau terserah kita akan menulis semampu kita dengan menghadirkan kata terserah. Terserah mau menulis apa, yang pasti menulis. Menulis judul ya terserah, yang penting menggunakan minimal tiga atau lima kata dan dengan kata kunci terserah. Tuh, kan terserah lagi. Berarti tulisan kita ya, terserah kita. Sakarep kita, kumaha urang.

Kalau yang viral sekarang sih, tagar Indonesia terserah. Itupun viral beberapa pekan lalu. Lelah rasanya kalau menulis terserah berhubungan dengan pandemik ini, terserah Indonesia mau apa. Namun ada juga yang mengatakan jangan terserah. Berarti kita harus peduli dengan keadaan pandemik ini. Aku tak paham, aku awam mengenai kondisi sekarang. Khawatir salah tulis, repot nanti.

Untuk itu, aku menyerah saja. Tantangan menulis pekan ini, aku buntu. Ide menulisku tiba-tiba ambyar. Tak apalah aku tak terpilih juga, tidak dipilih juga teu nanaon. Nu penting aku menulis. Pasalnya aku tak tahu harus menulis apa?, ya terserah aku deh mau menulis apa.

Katanya jangan terserah, kalau terserah itu bisa jadi pasrah. Atau malahan masa bodoh. Karena kata terserah ini cenderung negatif. Ada sih makna lain dari terserah. Menurut KBBI, terserah itu “sudah diserahkan (kpd); nah ini hampir mirip dengan kata pasrah, atau sudah dipasrahkan kepada.”

Betulkah? Ya terserah Anda mau menginterpretasikan apa, kan terserah. Terserah aku dong, interpretasi orang beda-beda. Inilah yang membuat aku bingung. Untuk itu jangan bilang terserah. Iya, kan? Makanya aku tak mempunyai ide untuk menulis apa, terserah.

Sudah dua pekan ini, aku merasa kehilangan ide. Pekan lalu saja aku kehabisan ide, tantangan menulis bertema lebaran. Makanya aku tak ikut tantangan. Seperti kali ini juga aku up, tidak ikut tantangan lagi. Terserah, sementara aku menulis dengan tema bebas. Kalau menulis seperti ini, menentukan kategorinya apa ya? Tema bebas, atau tema ditentukan ya?

Namun, jika hanya dilihat kata kunci saja. Sudah termasuk dong tulisanku. Hehe… Karena ada kata terserah. Apalagi dilihat dari judul, sudah sesuai. Terdiri minimal tiga kata maksimal lima kata. Nah, jika ada yang menulis judul kurang dari ketentuan berarti tak sesuai ya. Hahaha, ya kembali lagi terserah semua menginterpretasikan apa tulisanku.

Semoga saja, tantangan menulis pekan depan tema ditentukan. Bukan terserah, karena berat menemukan ide tulisan, jika terserah.
Ya terserah, mau tema apa.
Ya terserah, bertema apa saja.
Ya terserah, kata kuncinya apa.
Ya terserah pak ketua yang menentukan. Aku sih terserah saja.

Cukup saja ya celotehanku, enggak jelas dan enggak berdaging. Terserah teman-teman menilai ocehanku. Minimal dari sekian ribu kata-kata perhari bagi wanita. Sudah tersalurkan lewat tulisan ini. Terserah bagaimana teman-teman. Sudah ya, terima kasih dan mohon maaf jika tulisan ini membuat papuy kepala puyeng. Mohon maaf lahir dan batin. Maafkan ya, jangan terserah.

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.