Swasunting Karya Ilmiah

Sumber gambar : galery rumahmediagrup.com

Swasunting Karya Ilmiah

Hasil penelitian dituliskan dalam sebuah karya ilmiah atau artikel. Tulisan tersebut dapat diterima dan dipahami jika memiliki kesederhanaan dan sedikit kesalahan. Hal ini menuntut peneliti sekaligus sebagai orang yang berperan menuliskannya dalam agar menulis dengan tepat. Nah, untuk itu penulis perlu memeriksa semuanya agar tepat. Lakukan sendiri atau minta orang lain untuk melakukaannya. Apa saja yang perlu diperiksa?

Pertama, cek judul. Pahami bahwa judul adalah “label” yang menggambarkan isi artikel secara utuh. Jumlah yang disarankan terdiri dari 12-15 kata. Beberapa kata dalam judul adalah mencerminkan isi dengan pas. Dan Memuat kata-kata kunci. Biasanya tidak mengandung kata kerja. Tidak dijumpai singkatan, rumus maupun jorgan. Pastikan juga judul bukan berbentuk metafora, puisi atau peribahasa. Bisa juga digunakan subjudul, yakni kata yang umum ke yang khusus.

Kedua, cek nama penulis. Pahami bahwa penulis sebagai orang yang bertanggungjawab atas isi artikel. Taat pada asas penulisan nama. Tetapkan juga siapa yang menjadi korespondensi jika penulisnya terdiri dari dua atau lebih penulis. Korespondensi ditulisakan nama instansi dan email. Nama ditulis tanpa gelar.

Ketiga, cek abstrak. Abstrak ini dituliskan setelah nama penulis. Periksa ketentuan jumlah kata maksimum, biasanya maksimal 200 kata. Jangan mengulang judul dalam abstrak. Periksa ketentuan paragraf, biasanya dituliskan dalam 1 spasi. Pahami bahwa abstrak bukan kata pengantar, tetapi memuat tujuan, pendekatan, metode, hasil, kesimpulan. Tidak ada tabel, ilustrasi dan rujukan referensi. Abstrak biasanya dituliskan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Pastikan bahasa Inggris yang digunakan benar, jangan sampai salah arti. Gunakan jasa terjemahan bahasa yang profesional jika diperlukan. Dalam abstrak ada kata kunci yang dituliskan di bawah abstrak. Kata kunci ini memuat 3-10 kata atau frase pendek. Hal ini digunakan untuk mempermudah penelusuran dan sitasi.

Keempat, cek pendahuluan. Hal ini berisi terkait dengan latar belakang masalah. Tujuan penelitian. Pahami bahwa biasanya tidak terlalu ekstensif, hanya terdiri dari 3-4 paragraf saja. Menyiratkan kebaruan dan manfaat penelitian.

Kelima, cek tinjauan pustaka. Tetapi tidak semua penelitian dibantu dengan tinjauan pustaka. Acuan yang digunakan harus relevan, mutakhir dan acuan primer. Ulasan pustaka ini sebagai diskusi atas teori dan empiris terdahulu. Dituliskan secara spesifik dan fokus.

Keenam, cek metode. Pendekatan yang digunakan harus diuraikan dengan jelas. Subjek dan obyek penelitian dideskripsikan dengan terperinci dan detail. Gunakan bahasa operasional, prosedural dan standarisasi rumus jika diperlukan. Jangan menuliskan dalam bentuk prosedur praktikum. Hindari kalimat-kalimat perintah. Misalnya  alat yang digunakan gunting, ukur, pensil, maka tuliskan secara terperinci. Gunakan beberapa istilah atau singkatan yang umum jika diperlukan.

Ketujuh, cek penyajian hasil. Lihat kembali tujuan penelitiannya. Berikan informasi sesuai tujuan penelitiannya saja. Sederhanakan temuan dalam bentuk gambar, tabel atau diagram. Disajikan dengan bahasa yang sederhana. Hasil ditunjukkan dengan acuan teks yang benar. Narasikan angka atau temuan dengan kalimat-kalimat yang “kuat” sebagai temuan penelitian.

Kedelapan, cek adakah pembahasan?. Pembahasan ini dibuat sebagai penguat hasil temuan. Tidak mengulang hasil temuan. Tidak sekedar menarasikan hasil, tetapi memberikan pemaknaan berdasarkan teori dan hasil empiris terdahulu. Kesan kecendekiaan peneliti akan terlihat pada cara peneliti membahas temuan. Argumentasikan dengan bahasa yang dikemas dalam paragraf-paragraf yang baik.

Kesembilan, cek kesimpulan dan saran. Tuliskan dalam sebuah generalisasi. Perhatikan dalam keterbatasan hasil temuan. Implikasi sebutkan di dalamnya. Dan saran dibuat berdasarkan hasil temuan, jangan mengada-ada. Beriakn juga gambaran jika terdapat penelitian lanjutan.

Kesepuluh, cek daftar pustaka. Pastikan mutu pustaka acuan yang digunakan. Pastikan juga terdapat lebih dari 80% acuan primer dan 3 tahun terakhir yang digunakan. Periksa kembali kelengkapan nama depan, nama belakang identitas acuan yang digunakan. Sesuaikan semua acuan ada dalam teks.

Kesebelas, cek kebahasaan. Periksa kata dan kalimat dituliskan dalam paragraf sesuai dengan ketentuan bahasa yang benar. Periksa ragam kalimat, istilah, dan tata bahasa.

Jadi, swasunting ini dilakukan dengan memeriksa sendiri maupun minta tolong orang untuk memeriksa. Penulisan yang buruk dapat memberikan konsekuensi buruknya pemahaman pembaca. Dan tentu menunjukkan sebuah kemampuan tertentu dari seorang penulis.

Semoga bermanfaat.

rumahmediagrup/Anita kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.