Aki dan Ambu – Bagian 8 (Ketupat Opor Buatan Ambu)

Aki dan Ambu – Bagian 8 (Ketupat Opor Buatan Ambu)

Malam mulai larut. Ambu masih terlihat sibuk di dapur. Banyak yang harus ia masak. Ini kali pertama ia dan Abah berlebaran di kampung. Ambu belum tahu bagaimana tradisi lebaran di kampung barunya itu. Atas saran Aki, Ambu memasak lumayan banyak agar bisa berbagi dengan tetangga dekat. Sebagai pasangan ketupat, Ambu memasak opor ayam. Ambu juga masak sambal goreng sebagai penambah. Kali ini, Ambu memilih daging sapi yang sedikit berlemak sebagai bahan sambal gorengnya.

“Belum selesai masaknya, Ambu?” Aki muncul di ambang pintu penghubung ruang makan dengan dapur.

“Belum, Ki. Sebentar lagi juga kelar. Tinggal menyelesaikan opornya,” jawab Ambu sambil mengaduk santan agar tidak pecah.

“Baiknya sih masaknya sambil takbiran, Ambu,” Aki mengingatkan. Dijawab Ambu dengan anggukan.

“Ada yang bisa aki bantu?” Aki menawarkan bantuan.

“Tidak ada Ki, taearima kasih. Kalau sudah mengantuk, Aki tidur saja duluan. Nanti Ambu menyusul setelah kerjaan kelar,” jawab Ambu sambil mematikan kompor.

“Baiklah kalau begitu,” sahut Aki sambil beranjak menuju kamar.

            **

Seusai subuh, Ambu kembali disibukkan dengan masakannya. Mulutnya komat-kamit mengikuti suara takbiran yang sayup-sayup terdengar dari masjid terdekat.  Di meja dapur telah berjejer tiga piring dengan tiga mangkuk kosong. Dituangkannya beberapa potong opor ayam panas pada masing-masing mangkuk itu. Diambilnya sepiring ketupat dengan semangkuk opor, lalu diletakkannya di atas baki.

“Ambu mengantarkan hidangan ini dulu ke rumah Mang Kardin, Ki,” pamit pada Aki yang masih takiran di atas sajadah di tempat solatnya.

“Iya, Ambu. Hati-hati di jalannya, masih agak gelap,” sahut Aki.

“Iya, Ki. Assalamu’alaikum,” Ambu melangkah keluar dari dapur menuju rumah Mang Kardin. Sayup didengar Aki menjawab salamnya.

Sejenak kemudian, Ambu kembali sambil menjingjing kantong keresek.

“Bawa apa tuh, Ambu?” Aki mengamati keresek yang diletakkan Ambu di atas meja makan.

“Pisang ambon dari Mang Kardin, Ki,” jawab Ambu.

Ambu mengantarkan ketupat dengan opor ayamnya pada dua tetangga lain di samping rumah Mang Kardin. Saat kembali, Ambu membawa makanan lain pemberin dari tetangga yang dikiriminya.

“Selalu bawa oleh-oleh, Ambu?” Aki bertanya sambil temeneliti apa yang dibawa Ambu.

“Iya nih, Ki. Memang kebiasaan di kampung ini seperti itu. Jika kita berkirim sesuatu, ya saat pulang mereka pun memberi kita sesuatu sebagai balasan. Kalaupun tidak ada yang bisa diberikan, ya ada permohonan maaf dari mereka.” jawab Ambu.

“Itulah indahnya tinggal di kampung. Kekeluargaan masih kental di sini,” tambah Aki.

“Iya, Ki,” sahut Ambu. “Aki mau nyoba ketupat opornya sekarang?” lanjutnya.

“Ya, aki mau nyoba, Lagi pula, kita disunahkan makan minum dulu sebelum berangkat salat Idul Fitri,” jawab Aki sambil menarik kursi makan, lalu duduk sambil memperhatikan Ambu yang sedang memotong ketupat.

“Ini, Ki,” Ambu menyodorkan piring berisi ketupat yang telah diberi opor pada Aki. Lalu dia siapkan juga ketupat opor untuknya. “Kalau mau mencicipi sambal gorengnya, ambil sendiri ya, Ki,” lanjutnya.

“Terima kasih, Abu,” Aki menerima piring ketupat opornya. Setelah membaca doa, dengan lahap Aki menyantap hidangan lebaran buatan istrinya itu.

“Bagaimana rasanya, Ki?” tanya Ambu penasaran.

“Muantap, Ambu. Enak banget,” Jawab Aki sambil mengacungkan jempol.

“Alhamdulillah, kalau Aki suka,” kata Ambu. “Cicipi sambal gorengnya juga, Ki,” lanjutnya. Aki menjawab dengan langsung menyendok sambal goreng dari lodor lalu diletakkan di piringnya. “Terlalu pedas tidak, Ki?” Kembali Ambu mengajukan pertanyaan.

“Pedasnya pas, Ambu,” jawab AKi. Lagi-lagi dia memberi pujian yang mebuat hati Ambu berbunga-bunga.

“Syukurlah,” kata Ambu lega. Setelah membaca doa, Ambu pun menikmati ketupat opor buatannya. ***

#WCR_tetap8_sinur

rumahmediagrup/sinur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.