Mengenalkan Kata “Terserah” pada Anak Usia Dini (AUD), Bolehkah?

“Mah, itu dibaca apa ? t-e-r-s-e-r-ah ya Mah?” eja anak kecil ketika melihat tulisan “terserah” di jalan. “Kok, boleh orang bilang terserah? Kalau aku malah ga boleh bilang terserah sama Mama,” lanjut anak tersebut yang masih anak usia dini (AUD) usia sekitar 5 tahun.

Begitulah curhatan salah satu orang tua siswa TK. Memang betul, akhir-akhir ini marak hashtag #indonesiaterserah baik di medsos, layar kaca bahkan di pinggir jalan. Kata “terserah” ini akhirnya menjadi hal yang familiar bagi AUD. Kita tak bisa menutup mata dan telinga mereka mendengar dan melihat kata “terserah”. Mereka terkadang menggunakan  kata “terserah” dengan makna negatif, seperti saat ngambek, dll. Selain itu, ada juga beberapa keluarga yang mempunyai aturan tidak boleh ada kata “terserah” terucapkan. Hal ini tentu makin membingungkan anak, kan?

Nah, sebelumnya mari kita simak makna kata “terserah” di KBBI yaitu ter·se·rah 1 v sudah diserahkan (kepada); pulang maklum (kepada); tinggal bergantung (kepada): hal itu – kepada Anda; 2 a masa bodoh: usul saya ini diterima atau tidak, -; (saya sengaja menulis arti tersebut apa adanya tanpa edit agar benar-benar original tanpa multitafsir dari saya)

Lalu, bagaimana jika AUD dengan kepolosannya menanyakan apa sebenarnya arti kata “terserah”? Mengapa orang-orang sering mengatakan terserah? Ehm, hayoo kira-kira para emak yang begitu dekat dengan AUD akan memberikan jawaban seperti apa?

Para orangtua terutama ibu harus hati-hati memberikan pengertian kepada AUD tentang  kata “terserah”. Alih-alih bermaksud  mengenalkan kosakata baru pada anak, eh malah mendapatkan  reaksi negatif anak dengan mengucapkan kata “terserah” dengan makna masa bodoh.

So, buat para orang tua ada baiknya langkah untuk mengenalkan  kata “terserah” yaitu memberikan pemahaman bahwa kata “terserah” ini baik diucapkan jika kita bermaksud memberikan  kesempatan  kepada orang lain untuk menentukan sikapnya/pilihannya. Berikan contoh kongkret pada anak, misalkan jika anak kita mempunyai permen warna-warni banyak sekali, maka anak kita boleh mengucapkan kata “terserah” kepada temannya dengan maksud agar temannya bisa memilih sesuai keinginannya.

Lalu, kapan mengenalkan makna kata “terserah” yang berarti masa bodoh? Sabar ya paraemak, tunggu sampai AUD sudah besar dan mampu memilah mana yang baik mana yang salah. Semoga bermanfaat!

rumahmediagrup/nurfitriagustin

Sumber gambar: pixabay

One comment

  1. Akhirnya karakter anak2 terbentuk dengan citra itu
    Masa bodoh dan cuek
    Kalo merasa bingung dan ga suka, kata terserah jadi senjata

    Sebenarnya mereka salah tanggap dengan artinya, dan jatuhnya jadi ga sopan kalo terus-terusan gitu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.