Rinduku padamu rasulullah (catatan perjalanan)

Rinduku Padamu Rasulullah

(Catatan Perjalanan)

Bagaimanapun besarnya cinta kami pada kota kelahiran Nabi, kami hanyalah tamu yang pada akhirnya harus pamit untuk pergi. Sebenarnya kami berencana meninggalkan Mekah siang itu, Akan tetapi pada hari itu 26 Ramadhan 1438 Hijriah jalanan di sekitar hotel saya tinggal ditutup total karena Kebetulan hari itu di Istana Raja as Shafa yang letaknya di dekat hotel yang kami tempati ada acara penobatan Pangeran Mohamed bin Salman menjadi putra mahkota Kerajaan Saudi Arabia. Terlihat mondar mandir mobil polisi dengan sirinenya yang khas, dan tidak nampak mobil umum atau taksi yang lewat. Dan terpaksalah kami menunda keberangkatan kami meskipun sebenarnya seorang teman baik (semoga Allah melapangkan rizkinya) sudah memesankan hotel madinah untuk kami mulai hari ini.

Malam itu saya dan ibu tidak pergi ke dalam masjidil haram. Kami berdua mengikuti shalat tahajud dan witir dengan menghampar sajadah di pinggir jalan di dekat hotel. Trenyuh hati mendengarkan doa qunut yang pada malam 27 ramadhan itu dibaca oleh Syekh Abdur Rahman As Sudaisy. Seraya tengadah ke langit luas yang terhampar di atas saya, mengamini setiap doa yang yang terpanjat seiring untaian air mata jutaan ummat, dengan satu harap, “Rabbana Taqobbal Minna…..” Rasa sedih campur “gelo” akan meninggalkan tempat yang penuh berkah.

Usai sholat shubuh kami check out dan menunggu taksi di depan hotel. Karena high season tarifnya agak mahal. Rata rata meminta 800 hingga 1000 riyal untuk Mekah ke Madinah. Tapi alhamdulillah kami mendapat harga 700 RS (kurang lebih sekitar dua juta lima ratus ribu rupiah), sebuah harga terbesar yang pernah saya keluarkan untuk ongkos taksi. Haha…Menurut saya ongkos taksi di Saudi ini agaklah mahal dibanding di Indonesia, mengingat harga bahan bakar disini sangatlah murah. Kalau tidak salah tidak sampai satu riyal untuk satu liternya.
Sopir taksi yang mengaku berasal dari Cairo itu mengajak kami membaca doa doa sebelum berangkat, satu hal yang belum pernah saya alami ketika naik taksi di Malang. Sepanjang jalan dia bercerita tentang kehidupan di Mekah, seraya menjelaskan tempat tempat yang kebetulan kami lalui.

Dini hari itu begitu indah. Kami menikmati pemandangan gurun pasir yang disinari semburat matahari pagi. Melewati jalan jalan membelah gunung batu seraya membayangkan bagaimana dahulu Rasulullah melaluinya ketika berhijrah.
Sesekali terlihat unta di padang pasir, menunduk makan sesuatu. Di sekitar kilometer 90 Jalan tol Madinah, kami berhenti menyaksikan kawanan monyet gurun. Terlihat ratusan monyet gurun sedang bercengkerama seraya menikmati makanan yang dilempar oleh pengunjung. Beberapa terlihat makan kurma (maklum, monyet arab…). Maha suci Allah yang telah menciptakan semua mkhluk dengan segala keunikannya.

Tidak lama kemudian kami segera melanjutkan perjalanan, dan alhamdulillah pada sekitar pukul sepuluh pagi memasuki kota suci Madinah. Ada sejuta pesona di madinatun Nabi. Kota yang setiap sudutnya mengalirkan rasa tenang merasuk ke hati. Suasana yang menghadirkan keteduhan dan ketenteraman. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah keindahan.
Setibanya di hotel, kami sejenak beristirahat. Rasa haru memenuhi rongga dada ketika memandang dari jendela kamar terlihat menara masjid Nabawi. Payung payung di halaman masjid terbuka menghadirkan keteduhan. Rasa syukur tak terhingga menghadirkan butiran butiran hangat yang perlahan mengalir di pipi saya tanpa terasa. Tidak mampu mengungkapkan terima kasih yang tidak terhingga pada gusti Allah yang maha mencinta, yang telah memperkenan kami ziarah kepada kekasihNya.
Labbaika ya habiballah…ji’nakum zairin…..
Salam ta’zim kami ya rasulallah
Di pintumu kami mengetuk.

Rumahmediagrup/muslimatulfaiqoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.