Surat Keterangan Sehat Covid-19

Surat Keterangan Sehat Covid-19

Mei telah berganti menjadi Juni. Anakku mulai gelisah. Dia mulai sering menghubungi teman-temannya untuk mencari informasi kapan mulai masuk kampus kembali. Informasi yang diperolehnya masih simpang siur. Kusuruh dia mencari informasi langsung pada pihak kampus. Itu pun masih saja membuatnya bingung. Kata dia, informasi dari pihak kampus pun masih berubah-ubah. Maklum dalam situasi serba tidak menentu ini, pihak kampus pun mungkin akan selalu mengikuti kebijakan dari pihak pemerintah.

Anakku kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang. Sebagai mahasiswa baru, dia diwajibkan tinggal di asrama mahasiswa selama satu tahun ajaran. Sejak situasi mulai tidak menentu akibat corona, pihak kampus membolehkannya pulang. Semula, dia mau bertahan di Malang karena pada informasi awal, perkuliahan dilakukan secara daring hanya selama empat belas hari. Akan tetapi, seiring kondisi yang semakin tidak menentu, masa kuliah dari rumah pun diperpanjang. Karena khawatir kondisi tidak bisa segera pulih, kuminta anakku pulang.

Akhirnya, awal April, anakku pulang ke kampung halaman dengan menumpang kereta. Sebelum berangkat, kuceramahi dulu dia melalui WhatsApp. Sebagai orang tua, tentu saja merasakan kecemasan yang luar biasa saat anaknya berada di luar sana dalam kondisi mewabahnya covid-19. Karena itulah, aku mewanti-wantinya agar lebih berhati-hati di perjalanan. Kuingatkan dia agar memperbanyak membaca doa selamat, tetap menjaga jarak dengan orang lain, memakai masker, juga senantiasa menyiapkan handsanitizer.

Dua belas jam ditempuh dari Malang hingga Cirebon. Selama dia di perjalanan, aku tak putus-putus berdoa memohon agar anakku diselamatkan. Setibanya dia di rumah, kusuruh dia mandi dan mengganti semua pakaian. Selama empat belas hari sejak dia tiba di rumah, tetap ada kekhawatiran jika dalam kurun waktu itu anakku menunjukkan gejala terpapar corona. Syukurlah, hingga lebih dari empat belas hari, anakku baik-baik saja.

Kini, semakin dekat pada tenggat waktu dia harus meninggalkan asrama. Karena itulah, dia semakin sibuk mencari informasi mengenai kapan dia harus meninggalkan asrama untuk pindah ke kontrakan yang telah dia pesan jauh-jauh hari.

Di tengah kebingungannya akibat simpang-siurnya informasi yang dia terima, dia mendapat kabar dari temannya bahwa untuk kembai ke Malang, dia harus membawa Surat Keterangan Sehat Covid. Dia mengeluhkan besarnya biaya pembuatan surat keterangan itu.

Aku tidak pernah mengeluhkan uang yang ia pakai untuk keperluan menempuh pendidikannya. Akan tetapi, sebagai anak yang peduli, dia memahami betul bahwa orang tuanya hanya termasuk golongan ekonomi menengah. Dia turut menghitung-hitung dan dipusingkan oleh beban biaya yang harus kami keluarkan dalam waktu nyaris bersamaan. Apalagi baru saja kami merayakan Idul Fitri. Anaku paham betul bahwa setiap kali lebaran, pengeluaran kami berlipat-lipat dari hari biasanya. Selain itu, uang kuliah yang harus segera dibayarkan, biaya mengontrak kamar, juga biaya hidup sehari-hari turut pula membuatnya pusing. Apalagi jika ditambah dengan membuat surat keterangan itu. Biaya tes Rapid dan Swab yang membuat mahalnya biaya pembuatan surat keterangan itu.

Untuk mendapatkan kejelasan, aku mencari informasi dari internet dan bertanya pada teman-teman yang anaknya kuliah di luar Jawa Barat. Dari internet, aku mendapat informasi tentang keharusan membawa surat keterangan itu jika ke luar kota. Teman yang saya tanyai juga mengiyakan sekaligus mengeluhkan tentang itu.

Kini, saat status New Normal mulai diberlakukan di berbagai wilayah, masih menjadi keharusankah membawa Surat Keterangan Sehat Covid itu? Biaya pembuatan surat keterangan itu memang dirasa memberatkan bagi kami. Akan tetapi, jika itu memang masih menjadi suatu keharusan, maka selaku orang tua, kami pun akan mengupayakannya. Yang penting bagi kami, pendidikan anak kami jangan sampai terhambat oleh kesulitan semacam itu. Meskipun demikian, kami pun tetap berdoa agar situasi segela pulih kembai seperti sebelum ada corona. Dengan begitu, tata kehidupan pun akan berjalan normal kembali. Semoga. ***

#WCR_segar__curhatsinur

rumahmediagrup/sinur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.