Masih, Berjuang Untuk Melupakanmu

Jika ku tahu dari awal bahwa kau tak akan lama berada di sisiku, aku akan bersiap diri. Jika ku tahu kau akan pergi secepat ini aku akan belajar merelakanmu. Jika ku tahu kau hanya sejenak mendampingiku, aku akan selalu berada di sisimu.

Jika ku tahu kamu lebih suka makanan pedas, aku akan memasak makanan kesukaanmu. Jika ku tahu kamu lebih suka kerapihan, aku akan lebih rajin menata dan merapikan rumah. Jika ku tahu kau lebih suka ketenangan saat bekerja di rumah, aku tak akan menganggumu dengan ocehanku.

Jika ku tahu kau lebih suka aku tenang saat menghadapi kerewelan anak kita, aku akan  menenangkan anak kita dengan kasih sayang dan kelembutan. Jika ku tahu bahwa kau lebih suka aku bangun pagi, aku akan berusaha tidur tak larut. Jika ku tahu bahwa kau lebih suka aku menyelesaikan masalah rumah dengan kesabaran dan ketenangan, aku akan belajar lebih bersabar dan tenang.

Masih, berjuang untuk melupakanmu namun tak mudah. Bukan, bukan …  melupakanmu tapi akan ku kenang dan ku simpan di relung hati yang paling dalam bahwa kau pernah membuatku bahagia, hari-hariku indah dan bermakna. Penyesalan dan rasa bersalah yang senantiasa masih menari-nari di setiap helaan napasku terkadang membuat dada ini terasa sesak.

Masih, berjuang dan berusaha merelakan dan mengikhlaskanmu. Berusaha menyadari dan menerimanya bahwa Allah lebih menyayangimu.  Jika saja waktu bisa terulang, akankah lebih baik ?

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.