Perjuangan ataukah Hobi

Bekerja karena diperintah ataukah diperintah kemudian bekerja. Jawaban untuk ini memang tidak sulit, jika mereka mengerti bagaimana membangun citra. Entah itu citra alami atau settingan. Arif seorang karyawan yang dicintai oleh pimpinannya, bukan hanya karena pekerjaannya yang berkualitas, namun karena setiap pekerjaannya selalu tepat waktu dan memenuhi syarat perintah. Arif memang bekerja sesuai dengan hobinya yaitu marketing. Kita ketahui pekerjaan ini memerlukan kecerdasan komunikasi dengan orang banyak di segala lapisan. Tak pernah sedikitpun Citra buruk mampir pada namanya yang sudah mempunyai makna baik.

Apakah nama ini serta-merta menjadi sebuah kebenaran seperti yang teman kerjanya predikatkan? Ataukah karena Arif bekerja sesuai dengan hobinya? Hari ini tatapan kosong Arif berkali-kali mendapatkan teguran dari sahabat karibnya, Rian. Arif hanya tersenyum, kemudian bercanda untuk menghapus penilaian tersebut. Arif berusaha untuk tidak satupun orang tahu aral yang melintang di hadapannya pada saat menghadapi kendala pekerjaan. Selama permasalahan ini bisa diperjuangkan maka pantang baginya untuk merepotkan orang lain.

Arif sedang tertipu oleh nasabahnya dengan memanfaatkan istrinya yang masih lugu karena kurang pengalaman. Bukan hanya ditipu dalam bentuk materi, tetapi nama baiknya disebarluaskan sampai ke seberang desa. Kemudian orang tersebut tak muncul lagi. Masalah inilah yang benar-benar menguras konsentrasi kerjanya.

Arif masih punya harapan untuk memperbaiki citra di mata masyarakat. Jika ada kendala dari nasabah dia mau berkorban untuk datang ke rumah nasabahnya sampai permasalahan itu selesai tanpa pernah Arif menerima upah.

Cintanya kepada keluargalah yang memberikan tenaga pada kakinya untuk kuat melangkah kembali menyelesaikan pekerjaan berikutnya. Dalam perjalanan dia melihat banner-banner dengan background warna kuning menempel di sepanjang perjalanan pada pohon-pohon asam dan akasia. Tidak seperti biasanya, Arif tidak melihat apakah isi tulisan di dalam banner tersebut. Sepanjang perjalanan ia bershalawat dan selalu menyebut nama Allah agar pekerjaannya mendapatkan keselamatan. Namun kecamuk dalam pikirannya dihentikan ketika dia melihat sebuah tulisan. “Pak Arif, terimakasih telah banyak menolong kami. Penipu itu telah kami serahkan kepada yang berwajib. Jangan pernah bersedih. Kami selalu butuh bantuan bapak.” Airmata Arif mengambang. Perjuangannya tidak sia-sia selama ini selalu membantu mereka tanpa meminta balas jasa. Untuk menjadi pekerja yang jujur dan dipercaya sungguh berat tantangannya. Tidak cukup dengan hobi yang merupakan kesenangan tetapi harus teguh sabar dan tabah dan percaya bahwa kerja keras serta tawakal akan membawa hasil.

Lumajang, 10062020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.