Perjuangan Diujung Asa

Perjuangan di Ujung Asa

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Tahun ini, 2020, bisa disebut sebagai tahun Corona. Seluruh dunia berduka, termasuk Indonesia. Bahkan korban suspect virus Corona terus bertambah. Kurva penambahan kasus terus menanjak, belum ada tanda-tanda melandai. Itu berarti kasus Corona di Indonesia belum berada di puncak pandemi.

Sehingga perjuangan untuk terus “melawan” Corona masih terus berlanjut. Meskipun pemerintah telah berencana melakukan new normal life untuk semua sektor kehidupan.

Lelah? Itu pasti. Tapi kita tidak boleh menyerah, apalagi mengaku kalah.

Setidaknya ada sebuah pelajaran berharga yang bisa kita ambil tentang sebuah perjuangan dari seseorang. Beliau baru saja berpulang saat pandemi Corona ini.

Bernama asli Imam Santoso, dia mengaku pernah menyantet Presiden Amerika Serikat George W Bush saat berkunjung ke Istana Bogor pada November 2006 lalu.

Ki Gendeng Pamungkas nama panggungnya menjadi salah satu orang yang ikut menolak kedatangan George W Bush ke Indonesia saat itu.

Iya, siapa yang tidak kenal dengan Ki Gendeng Pamungkas. Masa lalunya, pernah digunakan mendalami ilmu hitam pada 59 guru di 16 propinsi di Indonesia.

Bahkan, kegilaannya pada ilmu hitam konon sempat membawanya sampai ke Afrika untuk belajar Voodoo. Sejak 1978 ia menjadi orang terkenal dan disegani banyak orang.

Orderannya tidak pernah sepi. Itulah mengapa, hidupnya pun bergelimang harta. Karirnya di dunia supranatural (hitam) melesat seperti anak panah.

Siapa yang mengira, akhirnya bertaubat di akhir hayatnya. Meninggalkan praktik syirik, dan kembali menjadi seorang Muslim sejati, dengan mengikrarkan kembali syahadat.

Bahkan putranya, G Nusantara Merdeka kini konsisten di jalan dakwah. Perubahan yang terjadi pada diri Ki Gendeng Pamungkas pun banyak dipengaruhi oleh putranya tersebut.

Moga ini menjadi kabar gembira, yang menutup lembaran hidupnya. Karena pada akhirnya yang dinilai oleh Allah adalah catatan terakhir amalnya:

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607).

Perjuangan Ki Gendeng Pamungkas adalah satu dari sekian banyak perjuangan para pejuang-pejuang hijrah yang tidak selalu mulus-mulus saja. Bahkan penuh onak duri dan lika-liku yang rumit.

Apalagi jika perjuangan itu menyangkut ke-akhirat-an. Yang secara zahir tidak nampak di depan mata kita. Sehingga ada beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam perjuangan itu agar kita bisa istiqomah sampai Allah menjemput kita pulang sebagaimana yang dialami Ki Gendeng Pamungkas di akhir hayatnya.

Pertama, taubatan nasuha. Kita sucikan diri, dengan memohon ampun pada Allah atas segala dosa.

Kedua, kita butuh komunitas dan guru. Kenapa? Karena dengan adanya mereka sangat membantu kita untuk menguatkan saat kita lemah, mengingatkan saat kita lengah. Mereka ini adalah orang-orang yang sevisi dan misi dengan kita.

Ketiga, membersihkan harta. Perbanyak infaq atau shodaqoh adalah wasilah untuk membersihkan harta. Termasuk membersihkan sumber-sumber harta dari yang haram. Sehingga tidak ada harta haram yg mengalir di tubuh kita.

Keempat, ikut aktif dalam mendakwahkan Islam. Semakin banyak orang tercerahkan atas perantara kita maka harapannya kita terus bisa istiqomah dan sekaligus mengingatkan kita atas tujuan awal kita dalam barisan perjuangan.


Merawat semangat perjuangan itu memang lebih membutuhkam effort yang besar dari pada ketika memulainya. Semoga kita bisa istiqomah hingga di titik akhir kehidupan. Jangan sampai kita putus ditengah jalan, apalagi sampai menjadi mantan pejuang hijrah. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.