Perjuangan si Pejuang Garis Dua

Oleh Irma Syarief

Dek, udah isi belum?”

“Udah nikah dua tahun, kok belum ada tanda-tanda hamil sih?”

“Jangan nyari uang mulu, kapan mau punya bayi kalau sibuk terus!”

“Bikin rajin, konsultasi udah, terapi dikerjain, hasilnya mana? Engga hamil juga.”

“Jangan-jangan kamu mandul, udah nikah lima tahun kok perutnya masih kempes aja?”

*****

Andaikan kamu seorang perempuan, sudah menikah, memiliki suami segar bugar dan aktif, merasa sehat dan tidak ada problem apapun dengan fertilitas, namun belum pernah hamil, apa yang akan dirasakan jika mendapatkan pertanyaan seperti di atas?

Pertanyaan yang menohok. Perih terasa di jantung! Sembilu seolah-olah ada pisau yang menancap dalam hati. Andai bisa dilihat dengan mata biasa, jantung dan hati ini berdarah-darah, terkoyak bahkan mungkin hancur.

Sungguh sensitif.

Pertanyaan biasa, mungkin itu dalih dari mereka yang melontarkan pertanyaan seperti di atas. Walaupun dijawab dengan senyuman cantik dan permintaan doa tulus dari yang ditanya, percayalah! Dalam hatinya dia merasakan kesakitan yang teramat sangat. Bahkan, bisa saja melemahkan semangat dan kekuatan mereka dalam perjuangan untuk mendapatkan tanda garis dua saat testpack digunakan di waktu pagi.

Pejuang garis dua.

Itulah sebutan untuk para perempuan hebat yang sangar sabar menanti dan tidak berputus asa ketika si jabang bayi belum juga hadir dalam rahimnya. Terlepas dari kehamilan pertama atau kehamilan berikutnya yang sangat didambakan.

Setelah menikah, setiap pasangan tentu mengharapkan kehadiran si buah hati yang akan menyemarakan rumah kehidupan mereka. Kerinduan yang teramat sangat. Tentu, kehadiran anak akan mempererat tali cinta dan hubungan harmonis pasangan suami istri.

Betapa bahagianya, ketika seorang perempuan dipanggil mama atau bunda, dan seorang laki-laki merasa bangga dengan sebutan ayah atau papa oleh anak-anak kandung mereka yang menggemaskan dengan pandangan netranya yang polos dan berbinar.

Sayang, tidak semua pasangan akan mendapatkan kemudahan yang sama seperti itu. Ada yang cepat mendapatkan momongan setelah menikah, ada pula yang harus berjuang melalui proses panjang yang melelahkan bahkan menyakitkan terlebih dahulu.

Terkadang manusia lupa, bahwasanya kehamilan adalah hak mutlak atau hak prerogratif Allah yang tidak bisa diganggu gugat oleh manusia lain. Atas kehendak Allah pula, seorang perempuan bisa ditakdirkan hamil cepat atau lambat.

Kita tidak boleh “mendikte” Allah SWT untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk umat-Nya.

Manusia sebagai makhluk yang lemah dan terbatas, hanya bisa berikhtiar dan meminta kepada Allah Sang Pemilik Kehidupan lewat doa-doa yang panjang agar bisa diberi kepercayaan untuk mendapatkan keturunan.

Perjuangan si pejuang garis dua memang panjang sekali. Proses yang sangat menguras waktu, tenaga, pikiran, dan tentu saja biaya yang tidak sedikit. Terkadang jemu melanda, sesekali ingin berhenti berharap ketika ego menguasai hati, bahkan ada kemarahan di saat si belahan jiwa mulai berubah perasaan dan perhatian.

Wahai perempuan hebat, kalian tidak sendiri. Banyak perjuangan yang sudah tercapai. Tetaplah berikhtiar dan berdoa dengan hati tulus dan ikhlas dalam malam-malam panjang dan hening. Kalian sangat istimewa, dipilih Allah untuk mengemban ujian mengenai kesabaran dan juga keteguhan hati.

Wahai laki-laki hebat yang sedang mendampingi perempuan istimewa, cukup kalian memberikan punggungmu untuk si belahan jiwa bersandar di kala lelah dan bosan menerpa, siapkan dadamu agar perempuan istimewa itu bisa melabuhkan tangisan dalam setiap proses yang menyakitkan.

Alangkah indahnya ketika laki-laki hebat itu berkata kepada perempuan istimewanya, “Sayang, perjuangan kita belumlah selesai. Genggamlah tanganku agar kau selalu kuat berjalan dalam kehidupan ini. Perjuangan kita akan berhenti ketika kamu dan aku berada dalam Jannnah-Nya”

Gambar dari pinterest

rumahmediagrup/irmasyarief

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.