Bedanya Analisis Kuantitatif dan Kualitatif?

sumber gambar : galery rumahmediagrup.com

Bedanya Analisis Kuantitatif dan Kualitatif?

Analisis pada pendekatan kuantitatif dan kualitatif tentu memiliki ketidaksamaan. Namun apakah benar begitu? Kedua pendekatan ini melakukan analisis dengan tekniknya masing-masing. Pertanyaan selanjutnya dimana letak perbedaannya? Diskusi yang sangat menarik.

Pada dasarnya, analisis itu berisi hal yang objektif dan sistematis. Fokus pada kuantifikasi analisis cenderung menekankan pada prosedur analisis sesuai dengan karakternya. Kuantitatif melakukan analisis berdasarkan cara pikir teknik tertentu, yang sudah dipilih oleh penelitinya. Pilihannya berdasarkan kesesuaian untuk menjawab hipotesis yang ia buat. Komunikasi analisisnya berdasarkan angka numerik yang diintepretasikan dan mungkin akan kehilangan makna jika diubah dalam bentuk lainnya. Definisi simbol, penjelasan lengkap pada asumsi-asumsi yang digunakan akan menjadi topik utama dalam analisis ini.

Sementara itu, pada kualitatif berbeda. Analisis dapat digunakan untuk berbagai tipe komunikasi data yang sebenarnya. Ia mengambil kejujuran jawaban informan sebagai data. Bukan asumsi. Fokusnya terletak pada isi data tersebut. Tipe komunikasi yang menjadi fokus tentunya berbeda-beda di tiap pendekatan yang digunakan. Misalnya pada analisis naratif, prosedur analisisnya disesuaikan dengan prosedur analisis naratif. Memulai dari serangkaian prinsip dan melengkapinya dengan makna teks dengan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif.

Unsur kontekstual lebih cenderung digunakan oleh kualitatif. Penyediaan cara mengidentifikasi pemerolehan data dan indeks tema disusun berdasarkan kata-kata dalam teks. Kemudian dianalisis. Berbeda pada kuantitatif, analisisnya tidak memperhitungkan unsur tekstual. Namun memfokuskan diri pada identifikasi hasil berdasarkan indeks penggunaan alat hitung ukur tertentu.

Metode transkip sebagai metode yang diakses oleh kualitatif. Demikianlah kualitatif menawarkan banyak data dengan banyak teks kata atau transkip. Sehingga peneliti mempelajari tentang bagaimana ia memandang subjek pada materi teksrual tertentu. Dari perspektif ini, reduksi data dilakukan juga melalui pembelajaran pada kata-kata teks hasil wawancara dan observasi. Sedangkan pada kuantitatif, menunjukkan bahwa peneliti menciptakan selembaran perhitungan untuk hasil tertentu. Lalu menciptakan kategori yang relevan atas hasil yang diperoleh. Referensi menjadi senjata bagi kualitatif dalam menganalisis, namun data dan alat ukur sebagai nilai penting bagi kuantitatif dalam analisis.

Apakah analisis harus dibatasi pada elemen-elemen analisis? Kuantitatif tidak boleh menggunakan deskripsi? Atau bagaimana? Elemen kuantitatif dapat dihitung dan diukur dengan jelas. Sehingga analisisnya banyak pada data secara fisik, bukan abstrak dan tidak terukur. Sedangkan pada kualitatif, analisis menggunakan bacaan simbol-simbol kategori materi atau tema tertentu. Banyak juga kuantitatif memperluas analisisnya menggunakan deskripsi. Hal ini sebagai upaya penegasan hasil hitung atau pengukuran yang dilakukan.

Perbedaan analisis pada kuantitatif dan kualitatif tidak hanya pada batasan permukaanya saja. Pesan laten yang disusun dalam makna juga akan berperan untuk membedakan keduanya. Perbedaan tersebut tentu pada kedalaman analisis keduanya yang sangat berbeda.

Atribut teks yang dapat dikode, bisa juga menjadi bagian kuantitatif. Asalkan batasan koding tersebut dilakukan pada prosedural kuantitatif. Pembuktian kuat atas hipotesis yang telah disusun akan menunjukan kesimpulan awal. Sedangkan kesimpulan atas laten-laten dalam teks yang tidak dapat diukur atau dihitung maka kualitatif  yang akan mengambil perannya. Penafsiran kualitatif sangat dibutuhkan pada teks abstrak dan laten yang tidak dapat dipecahkan dengan kuantitatif.

Pemaknaan simbol laten pada data dilakukan penelitian kualitatif. Peneliti memasukkan arti simbol yang terbaca dengan bukti-bukti kuat. Intepretasi data pada kuantitatif mengikuti prosedural masing-masing teknik. Membaca dokumen hasil perhitungan harus dilakukan peneliti yang disesuaikan dengan panduan terstruktur dari tiap-tiap teknik yang dipilih.

Akhirnya, dengan pelaporan hasil yang berbeda pada kuantitatif dan kualitatif akan banyak diperoleh hasil yang tidak dapat diperdebatkan. Karena keduanya memiliki keunikan prosedur. Peneliti harus berpikir bahwa gambaran statistik penting untuk kuantitatif, sedangkan pemaknaan tekstual penting bagi kualitatif.

Semoga bermanfaat.

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.