Gambaran Perjuangan itu Adalah Mama

Gambaran Perjuangan itu Adalah Mama

Perjuangan adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Tak peduli rintangan menghadang selama masa perjuangan itu, akan tetap melaju tanpa kenal lelah.

Semangat untuk meraih apa yang kita harapkan memang membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh. Usaha dan doa adalah kunci melewati perjuangan itu sendiri.

Tanpa kedua hal tersebut, kesuksesan takkan pernah bisa terwujud nyata. Dalam perjuangan, tentunya kita membutuhkan pengorbanan besar. Sebesar apa kita malakukan pengorbanan itu, maka sebesar itu pula perjuangan mencapai harapan yang diinginkan akan dapat kita raih.

Dalam hal ini, saya tidak sedang berbicara mengenai arti perjuangan, akan tetapi ingin berbagi sedikit kisah tentang sebuah perjuangan yang telah dilakukan seorang perempuan, yang telah mengantarkan saya hingga berada di titik ini.

Kenapa bukan perjuangan saya sendiri yang dituliskan? Karena saya masih bukan apa-apa dibandingkan dengan perjuangan perempuan ini dalam mengarungi hidup, hingga mengentaskan keempat anaknya seorang diri.

Perempuan dalam usia muda yang harus berjuang seorang diri, menghidupi keempat anaknya yang masih kecil-kecil, bukanlah perkara yang mudah. Penuh liku harus dilalui, penuh pengorbanan harus dilakukan, penuh tantangan harus dilewati.

Semua hal itu takkan bisa terlampaui tanpa sebuah perjuangan. Gambaran perjuangan itu seorang perempuan penuh dedikasi. Perempuan itu adalah Mama.

Mama adalah sosok ibu sekaligus sahabat yang patut dibanggakan. Seorang ibu bagi anaknya adalah seorang pahlawan, begitu pun bagi saya sendiri. Mama adalah sosok perempuan mandiri penuh dedikasi.

Mama mencontohkan hidup dengan berkaca pada dirinya sendiri. Gagal dalam pernikahannya, tak lantas menjadikannya lemah tak berdaya. Justru keempat anaknya merupakan api penyemangat untuk dirinya bisa bangkit dari keterpurukan.

Ditinggal lelaki yang seharusnya bisa menjaga dan melindungi dirinya dan keempat anaknya, merupakan suatu pukulan yang teramat menyakitkan. Harus bisa menghidupi empat nyawa yang kala itu masih polos dengan hitam putihnya dunia.

Mama tak bisa terus menangisi takdir yang sudah dijatuhkan padanya. Ia harus bisa berusaha memperbaiki keadaan agar semuanya bisa baik-baik saja.

Sulit pada awalnya. Terseok-seok bagai ranting pohon yang tertiup angin. Meminta perlindungan pada orang-orang di sekitar, bukan sebuah penyelesaian yang baik. Hanya hinaan dan cemoohan akan keadaan yang menimpa kami pada saat itu.

Perjuangan itu begitu berat. Mungkin hanya kematian yang dapat mengakhiri setiap penderitaan yang dialami. Jika saja, tidak ada Allah di sana, mungkin kini hanya tinggallah puing-puing penyesalan yang tersisa.

Entah akan seperti apa hidup kami jika itu terjadi. Sesungguhnya hidup itu serasa tak adil kala kita jelas-jelas menjadi korban, tapi kita yang menanggung semua itu sendiri.

Bisa dibayangkan, bagaimana rasanya harus berjuang tanpa siapa pun di sisi kita, sementara empat bocah kecil berteriak meminta hak untuk layak hidup.

Penuh liku kami lalui dalam masa-masa yang telah lalu. Mencari pundi-pundi materi hanya untuk bertahan hidup, tanpa mengharap belas kasih orang lain. Itu semua Mama lakukan sendiri.

Mama adalah pelakon yang hidup berjuang seorang diri, tanpa sosok yang seharusnya menjadi penanggung jawab hidup empat bocah itu. Tapi derita itu bukanlah akhir sebuah kehidupan.

Bukankah sudah jelas dalam Al-Qur’an, Allah tidak akan menguji setiap hambanya di luar batas kemampuannya. Allah itu Maha Adil, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Allah pasti tahu yang terbaik bagi hambanya. Namun terkadang, karena kecintaan terhadap umatnya itu, Allah akan menguji dengan berbagai ujian, agar umatnya mau berjuang, bersungguh-sungguh berdoa, meminta dan berusaha untuk kebaikannya sendiri.

Allah Maha Baik. Dia takkan pernah membuat hambanya kesusahan dan meninggalkannya berjuang sendirian. Dia selalu bersama hambanya yang senantiasa selalu mendekap nama Allah dalam hatinya.

Mama adalah gambaran perjuangan hidup sesungguhnya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari setiap detik episode kehidupan yang telah dilaluinya hingga detik ini.

Mendidik, membimbing, mengajarkan hingga mengentaskan keempat anaknya hingga menjadi pribadi yang mandiri, memiliki Allah sebagai Tuhan yang diyakini, hingga bisa memahami jika hidup itu adalah sebuah perjuangan.

Perjuangan takkan sempurna tanpa pengorbanan. Sejatinya hidup adalah di saat kita bersungguh-sungguh mau berjuang untuk mencapai keberhasilan itu.

Tanpa perjuangan, hidup tiada arti. Takkan ada kisah yang akan kita ceritakan pada anak cucu kita kelak. Takkan ada pelajaran yang bisa kita wariskan nanti. Maka dari itu, marilah kita berjuang melewati hidup yang lebih baik.

Selalu libatkan Allah dalam setiap perjuangan itu. Agar hati kita selalu diliputi perasaan tenang dan percaya, bahwa Allah selalu bersama hambanya dalam keadaan susah mau pun senang.

Foto : Dokumen pribadi saat pernikahan terakhir anak lelaki Mama satu-satunya bulan April lalu. Anak menantu Mama, lengkap dengan Nenek.

rumahmediagrup/bungamonintja

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.