Perjuangan Meraih Mimpi Seorang Wanita

Bagi seorang wanita, yang sudah memiliki pasangan sudah barang tentu setidaknya diawal berpikir memiliki sandaran.

Tetapi semua kembali kepada sebuah hubungan komitmen yang seperti apakah yang pasangan kita ciptakan.

Janji-janji manis yang dilayangkan, hanyalah sebuah modus. Yang jika kita sebagai perempuan tidak menyikapinya dengan cerdas, maka kita bisa jadi hanya dipandang sebelah mata. Dijadikan sebagai objek korban keegoisan mereka.

Pernah mengalaminya? Jangan putus harapan. Karena mimpi-mimpi indah kita bisa jadi sebuah langkah perjuangan berat yang tetap harus kita jalankan.

Bersandar hanya kepada Tuhan untuk semua kebahagiaan. Pada dasarnya hati seorang wanita memang bawa perasaan. Namun disitulah letak kekuatan baginya.

Bukankah perjuangan wanita untuk bisa melangkah maju, karena keuletan dan kemauan keras dari dalam jiwa, yang harus tetap diperjuangkan dan diasah agar tidak tersakiti.

Mereka yang tidak memiliki hati dan kasih sayang sebagai seorang pasangan, yang seharusnya tahu akan kewajiban, pastinya tidak akan pernah mau peduli dengan keinginan kita dalam hidup bersama.

Biarkan semua berjalan, sejauhmana dia memperlakukan kita buruk, maka berhentilah untuk meratap. Karena hanya do’a yang bisa menjadi infus dan membesarkan hati kita.

Tetap yakinlah, perlakuan buruk dan menyakitkan seseorang terhadap kita adalah sebuah pecutan yang Kuasa, agar kita sebagai seorang perempuan atau wanita dapat dengan gagah, melabuhkan keinginan terindah dengan usaha sendiri tanpa campur tangan pasangan.

Semua sikap, perkataan kita, tetap akan kembali kepada diri sendiri. Meski kita dihina, dicaci, dibiarkan sendiri dengan tugas -tugas kita sebagai wanita, berjuanglah dan tetap menatap ke depan.

Tujuan dalam perjuangan hidup tentu harus diberikan niat lillah. Disinilah letak sebuah keadilan. Kita tidak perlu membalas sikap jahat mereka terhadap diri.

Biarlah waktu yang akan berlaku adil mempercantik perjuangan seorang wanita. Biarkan tangan Sang Pencipta yang akan memperlakukan mereka, pasangan yang tidak pernah sedikitpun menghargai kita dalam sebuah perjuangan mengejar mimpi dan harapan.

Bukankah ini juga bisa diartikan sebagai perjuangan? Jangan pernah memiliki hati yang picik terhadap wanita.

Sebagian besar, pasangan hanya menganggap wanitanya dibawah, yang tidak bisa memberikan kontribusi dalam keluarga.

Itu kesalahan yang besar. Karena peran sebagai wanita bahkan sebagai seorang Ibu tetap penting. Yang tidak lelah Dan tetap memberikan do’a. Seharunya wanita harus diberikan perlindungan seutuhnya, jiwa dan raga.

Rumah Media Grup / Allys Setia Mulyati.
Foto : dokumentasi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.