Perjuangan hanya untuk yang berjiwa

Perjuangan Hanya Untuk Yang Berjiwa

Memaknai arti perjuangan amatlah luas. Acapkali perjuangan dinisbatkan dengan sebuah pertumpahan darah, peperangan, ataupun baku hantam antara dua atau banyak pihak. Dan salah satunya harus keluar sebagai pemenang.

Padahal sejatinya sebuah perjuangan memiliki makna yang luas. Setiap orang yang memulai kehidupannya di dunia dari saat menghirup udara alam dunia untuk pertama kalinya, sesungguhnya dia sedang memulai sebuah perjuangan.

Sering kita dengar slogan, “Kita sudah merdeka, tetapi perjuangan belumlah usai.” Lantas apa makna dari perjuangan yang sesungguhnya?

Ada tiga poin makna perjuangan menurut KBBI:
1) perkelahian (merebut sesuatu); peperangan

2) usaha yang penuh dengan kesukaran dan bahaya

3) salah satu wujud interaksi sosial, termasuk persaingan, pelanggaran, dan konflik; (Politik)

Kesemuanya menunjukkan bahwa di dalam perjuangan itu mengandung jerih payah yang sangat dalam. Jika perlu dengan tetesan darah dan air mata.

Perjuangan tak akan mampu dilewati bagi mereka yang tak berjiwa. Jika berjuang hanya dengan nyawa, tentu kemenangan akan mudah diraih. Karena setiap makhluk hidup tentu bernyawa. Namun ternyata nyawa saja tidaklah cukup. Hanya orang-orang yang memiliki jiwa tangguh dalam arti semangat kuat yang mampu mencapai garis finish dengan selamat.

Kita yang masih memiliki nyawa di kandung badan, apakah mampu menjejak hingga hari ini jika hanya bermodal nyawa tanpa jiwa?

Benarlah kiranya para pahlawan yang berjuang itu bukan hanya dengan nyawanya, tetapi juga dengan jiwanya hingga udara kemerdekaan bisa kita dapatkan saat ini. Benarlah pula bagi seorang ibu yang melahirkan anaknya. Ibu tak kan mampu jika hanya mengandalkan nyawanya, tetapi dengan sepenuh jiwanya dia berjuang agar sang anak terlahir selamat ke dunia.

Sekarang kembali kepada diri kita. Mau melanjutkan perjuangan dengan berjiwa atau dengan membawa nyawa yang hanya satu.

Seorang tokoh negeri ini pernah berkata bahwa “Perjuangan adalah pelaksana kata-kata”. (W. S. Rendra)

So, jangan hanya mampu bicara tetapi nol dalam praktek. Bangkitlah wahai jiwa yang bernyawa. Jangan lena dalam tidur, tak pula lengah dengan gemerlapnya dunia. Karena perjuanganmu masihlah panjang. Perjuangan hanyalah bagi mereka yang berjiwa ksatria.

Semoga kita termasuk di dalamnya.

Ihdinash shiroothol mustaqiim


Depok, 12062020



rumahmediagroup//afaf.aulia18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.