Perjuangan Seorang Ibu

Perjuangan Seorang Ibu

Beberapa hari ke depan, isteriku tidak di rumah. Ia menginap di rumah orang tuanya yang juga mertuaku. Di sana, sedang ada acara besar yang harus disiapkan.

Aku akan menyusul di hari “H” karena kesibukkan pekerjaan. Kebetulan ada yang harus diselesaikan sebelum akhir minggu. Begitu juga anakku, Nina masih sibuk dengan kegiatan sekolahnya. Ia sedang menghadapi UAS di minggu ini.

Pagi itu, kumulai menghidupkan kompor gas. Kemudian meracik bumbu, dan memasukkan nasi sesaat minyak sudah panas di atas penggorengan. Nasi goreng tersedia dengan campuran mie goreng dan telur. Sarapan pun siap dihidangkan.

Nina bersiap berangkat ke sekolah. Aku masih melanjutkan pekerjaan mencuci piring. Cukup banyak piring kotor karena sejak kemarin sore belum dicuci. Ya, kemarin aku lelah sekali sehingga tidak sempat mencucinya.

Sudah hampir satu jam hanya untuk melakukan dua jenis pekerjaan. Terus terang, paling malas itu mencuci piring. Tapi harus kulakukan karena akan menyebabkan timbulnya bakteri jika dibiarkan.

Kurenungi bahwa ini baru sebentar ditinggal isteri. Iya adalah ibu dari anakku. Hampir tak pernah kujumpai ia mengeluh tentang pekerjaannya sebagai seorang ibu. Sungguh berat beban pekerjaan yang harus dikerjakan waktu demi waktu, hari demi hari, minggu berganti bulan, dan berganti tahun.

Pantaslah jika kita harus menghormati ibu. Seorang ibu mengandung sekitar sembilan bulan. Menyusui hingga dua tahun. Membesarkan dan mendidiknya. Merawatnya di kala sakit. Mengurusi rumah tangga dan men-support suami.

Allah Swt menyeru manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Dia memberikan penghargaan khusus kepada seorang ibu. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Luqman ayat 14, yang artinya: “Dan kami wajibkan kepada manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya: ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusuinya) dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Rumahmediagrup/saifulamri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.