Persahabatan Semut Dan Ulat

Mentari pagi, sinarnya yang hangat menembus dedaunan. Udara pagi terasa segar meski semalam turun hujan lebat, hal ini tak membuat Somi si semut bermalasan. Segera ia menghampiri Uli si ulat yang tengah tidur pulas diatas daun.

“Uli … Uli … ayo bangun. Udara pagi terasa segar dan hangat kita jalan-jalan mengelilingi batang pohon mangga. Ayo cepetan !” ujar Semut tak sabar.

“Hmmm … iya-iya, sabar aku buka mata dulu ya,” jawab Uli sambil menggeliat malas.

Mereka berdua berjalan beriringan sambil bercanda dan bergurau.

“Kamu sih semalam menghabiskan 4 lembar daun yang lebar jadinya kekenyangan deh,” ujar Somi mengawali pembicaraan.

“Segar, lezat dan wangi aroma daun muda pohon mangga membuatku tak berhenti ingin menyantapnya,” jawab Uli tersipu malu.

Somi dan Uli berteman akrab, sejak Somi tertinggal dengan kawanan semut yang lain. Saat itu ia menangis di cela cekungan batang pohon mangga. Uli menghampiri Somi yang tengah menangis dan mencoba menghiburnya. Awalnya Somi ketakutan dan mengira bahwa Uli akan memangsanya.

“Aku tak akan menyantapmu jadi gak usah takut, makananku dedaunan yang ada di sini cukup banyak dan lezat. Hmmm … jadi mari kita berteman aku juga tinggal sendiriran di pohon ini,” bujuk Uli lembut.

“Baiklah, na na maku So so mi,” ujar Somi masih dengan nada suara yang terbata.

Sejak saat itu Uli dan Somi bersahabat, hari-hari Uli tak sepi lagi begitupun dengan Somi.  Mereka biasa berlarian dan main petak umpet. Suatu hari tak biasanya Uli bangun pagi namun kali ini Uli telah bangun dan tak ada di rumahnya. Somi segera mencari keberadaan Uli, Somi terkejut melihat Uli tengah asyik menikmati pucuk-pucuk daun mangga dengan lahapnya dan tak menghiraukan kedatangannya.

“Halooo … selamat pagi, ternyata kamu di sini aku mencarimu. Tumben pagi-pagi udah menyantap makanan,” gurau Somi.

“Hmmmm …. iya, tiba-tiba aku lapar. Hmmm segar dan lezat,” jawab Uli sambil melanjutkan makan.

“Main yuk !” ajak Somi.

“Aku masih lapar, hmmm … nikmatnya,” ujar Uli.

“Aku tungguin ya , sampai kamu kenyang. Setelah itu baru kita main,” bujuk Somi lagi.

“Baiklah,” jawab Uli singkat.

Tak lama kemudian mereka pun bermain bersama namun tak seperti biasanya Uli banyak diam dan tak bersemangat.

“Kita pulang aja yuk, aku capek,” ujar Uli menghentikan langkahnya.

“Ohh … baiklah kita pulang,” jawab Somi.

Sepanjang jalan tak ada lagi gurauan dan candaan keduanya, karena Uli kelihatan lelah Somi enggan mengajaknya bercanda.

Pagi yang cerah, Somi bangun dengan semangat baru berharap pagi ini Uli mau diajak bermain. Segera Somi menuju rumah Uli, namun sepertinya Uli tak ada di rumah. Mungkinkah Uli sudah duluan bermain dengan teman barunya, pikir Somi.

Somi mencari keberadaan Uli, ia berkeliling dari batang ke batang, dari dahan ke dahan namun Uli tak ditemukan. Mungkinkah ia pergi meninggalkanku ? batin Somi sedih. Somi membuang jauh-jauh pikiran buruknya terhadap Uli sahabatnya.

Somi mencoba kembali lagi ke rumah Uli, mungkinkah Uli sedang sakit ? Sesampainya di rumah Uli, betapa terkejutnya Somi ada benda berwarna coklat mengelantung di dahan, apakah ini tanya Somi dalam hati. Karena takut Somi pergi berlari meninggalkan rumah Uli.

Berhari-hari Somi tak bertemu Uli, namun tiba-tiba ada yang memanggil namanya.

“Somi, Somi … aku di sini,” suara Uli memanggil.

“Iya … Seperti suara Uli. Uli, Uli … kamu dimana ?” jawab Somi sambil mencari-cari sumber suara.

“Di sini, di atas,” ujar Uli

“Dimana ?” tanya Somi lagi.

“Ini aku, aku berubah jadi kupu-kupu dan bisa terbang. Setelah sebelumnya menjadi kepompong, benda coklat yang menggantung di dahan rumahku, masih ingatkan?” terang Uli sambil mengepakkan sayapnya.

“Kamu ! Ah sudahlah aku sekarang senang melihatmu lagi, tapi kita tak akan bisa bermain lagi ya?” ujar Somi sedih.

“Mengapa tidak, ayo naiklah ke badanku dengan sayapku kita bisa terbang melihat betapa indah bumi ini,” ujar Uli senang.

Akhirnya Somi dan Uli kembali bersahabat, meski sekarang Uli sudah berubah menjadi kupu-kupu mereka berdua salaing menyayangi.

Ilustrasi Gambar : Karya Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.