Melepas Kepergian Kaka ke Pondok

Melepas Kepergian Kaka ke Pondok

Air mata berderai mengiringi kepergian Kaka Ken menuju pondoknya. Pertama kali melepas anak untuk menuntut ilmu di pesantren merupakan hal terberat bagi orang tua, begitu pun saya sendiri.

Lulus dari sekolah dasar ilmu tahfidz Al-Falah Cirebon, Kami sebagai orang tua sepakat dengan Kaka untuk memilih melanjutkan sekolah menengah pertama ke salah satu pondok berbasis pendidikan Gontor, Pondok Pesantren Modern Al-Muqodas Cirebon yang letaknya tak jauh dari rumah kami.

Meskipun jarak yang tak begitu jauh, tapi tetap saja begitu berat rasanya melepas anak pertama untuk menuntut ilmu di pesantren. Harus melakukan semuanya sendiri selama di pondok tentunya banyak wejangan dari kami mengenai hidup mandiri.

Harapan kami sebagai orang tua sederhana, tentunya ingin memberikan bekal pendidikan agama dan kemandirian kepada anak agar dia memiliki ilmu agama yang baik dan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Begitu banyak persiapan yang kami lakukan demi memenuhi kebutuhannya selama di pondok. Bukan hanya kami sebagai orang tuanya yang sibuk, tapi juga nenek, tante-tante dan omnya yang turut serta mempersiapkan keperluan si sulung.

Begitulah kami dalam keluarga, saling peduli satu sama lain. Apalagi Kaka Ken merupakan anak pertama dalam keluarga kami, untuk pertama kalinya juga harus pergi dari rumah dan hidup di pondok.

Sayangnya, dia tak bisa ikut acara perpisahan dan penyerahan medali di sekolahnya karena sudah lebih dulu harus masuk pondok. Izin pun tak diberikan pondoknya, apa lagi di tengah situasi Covid-19 saat ini yang mengharuskan isolasi mandiri 2 minggu sebelum masuk ke pondok.

Mengenai situasi saat ini, pondok pun tak mengizinkan orang tua calon santrinya untuk ikut masuk ke area pondok. Kami sebagai orang tua hanya bisa mengantarkan sampai gerbang pondok.

Betapa sedihnya, tak bisa melihat keadaan anak di dalam pondok. Bagaimana kondisi kamarnya, bagaimana ia bisa mengatur keperluan yang sudah kami persiapkan sendiri nantinya.

Kami hanya bisa memberikan arahan pada Kaka dari rumah. Mengharuskan dia mandiri sejak saat ini, tanpa adanya bantuan yang selama ini ia dapatkan dari orang tua dan saudara-saudaranya.

Besar harapan kami Kaka bisa bertahan di pondok. Semangat terus kami berikan agar dia bisa menikmati kehidupannya selama menuntut ilmu di pesantren.

Kami menyayangimu, Kak. Dengan rasa cinta kami ini, kami berharap, mulai sekarang Kaka bisa hidup terpisah dari kami, hidup mandiri dan mengikuti aturan pesantren dengan baik.

Menyerap pendidikan agama dan pengetahuan lainnya dengan sebaik-baiknya, agar kelak Kaka bisa mengamalkannya di kehidupan yang sesungguhnya.

Menjadi santriwati yang berakhlakul karimah, menjadikan Al-Quran dan hadits sebagai pedoman hidup, dan mengamalkan ilmu yang didapat sebagai jalan untuk meraih keberhasilan hidup di dunia juga akhirat.

Doa kami selalu menyertai langkahmu.

We love you, Kaka Ken.

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.