Perjuangan Hingga Ujung Nyawa

Perjuangan Hingga Ujung Nyawa

Satu hal yang pasti bahwa tujuan hidup muslim di dunia ini adalah semata-mata untuk beribadah mengabdi kepada Allah Subhaahnau wa Ta’ala (QS. Adz-Zariyat: 56). Setan selalu berusaha menghalangi pengabdian ini dengan segala macam cara dan daya upaya. Setan dan sekutu-sekutunya tidak rela apabila manusia menjadi abdi Allah yang ujung-ujungnya membawa mereka ke surga-Nya.

Setan tidak “ridha” manusia masuk surga, setan maunya manusia bersama-sama mereka kelak masuk neraka sebagai tempat kembali yang kekal.  Setan berupaya sekuatnya menggelincirkan bani Adam karena “dendam masa lalu”nya, gara-gara makhluk yang bernama manusialah nenek moyangnya iblis dikeluarkan dari surga dan nanti mereka semua akan dijerumuskan ke dalam neraka. Maka mau tidak mau, manusia harus ikut bersamanya, sama-sama merasakan neraka (QS. Shaad: 75-85).

Untuk memuluskan ambisinya dalam menghalang-halangi manusia kepada jalan kebenaran, setan menempuh enam tahap penyesatan manusia, sebagaimana yang dijelaskan Imam Ibnu Qayyim dalam kitabnya Badai’ul Fawaid.

Enam tahapan setan menyesatkan manusia tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mengajak manusia pada kekafiran dan kesyikiran serta memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika tak berhasil pada tahap ini, maka setan akan memasuki tahap kedua.
  2. Mengajak pada perbuaan bid’ah. Bid’ah lebih disukai setan daripada dosa maksiat lainnya, karena pelaku bid’ah menganggap perbuatannya baik dan tidak menyadari keburukan dari apa yang dikerjakannya. Bila cara ini pun tak berhasil, maka setan akan masuk pada tahap ketiga.
  3. Mengajak pada perbuatan dosa besar. Dosa besar adalah segala dosa yang pelakunya diancam dengan hukuman had di dunia atau mendapat ancaman siksa dan murka Allah di akhirat atau dosa yang dilaknat oleh Allah dan Rasul-Nya atau disebut sebagai dosa kekufuran. Bila pada tahap ini setan gagal, maka akan memasuki tahap keempat.
  4. Mengajak pada melakukan perbuatan dosa kecil. Dosa-dosa kecil apabila acapkali dilakukan atau beranggapan remeh terhadapnya, maka akan berubah menjadi dosa besar. Langkah kelima akan ditempuh setan, bila tak berhasil dengan tahap keempat ini.
  5. Disibukkan dengan perkara mubah yang bila dikerjakan tidak mendapat pahala dan tidak berdosa. Bahaya dari tipuan ini adalah seseoang sampai lupa mengerjakan sesuatu yang bernilai pahala di dalamnya. Bila dengan cara ini pun seorang hamba tidak tergoyahkan, maka setan akan beralih melakukan tahap yang terkahir atau keenam.
  6. Mengajak pada amalan yang kurang utama dan meninggalkan amalan yang lebih utama (afdhal).

Ibadah kepada Allah adalah pengabdian sepanjang hayat. Selama itu pula setan musuh bebuyutan manusia akan terus melancarkan tipu dayanya, maka perjuangan melawan setan tak akan pernah berhenti hingga ujung nyawa dan jiwa lepas dari raga.

Rabbanaa aatinaa fi dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaa bannaar.

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: pixabay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.