Gerenyot Mahkota Kematian Pada Karantala

Ganyar hati ini! Kala berita kian berdekut menebar mahkota kematian

Eboni serasa makin kelam

Raba-rubu kian menjejaki tingkah manusia

Suwiran enigma makin tersaji

Nun, membayang tanya kalabendu ini kapan berakhir?

Percayakah? Ini adalah appetizer kematian, Kawan!

Oven maesens bersiap menanti karantala-karantala berlumus mahkota

Spatula medispun mulai mengaduk balik mahkota ini

                        “Mama, aku takut!” celepik keresahan anak

“Aku tetap harus mencari nafkah untuk keluargaku! Walaupun harus bertemu dia!” ceracau pedagang kaki lima

Kala kaki ini terkungkung, terkunci

Karantala berjebah penuh serbuk kematian

“Oh, Maesens! Tolonglah kami yang kian terulen kalis oleh mahkota ini”

Appetizer kematian kian cepat tersaji

Paramedis tercekat menahan karantala yang menggaruk napas

Ah, tahukah kalian? Spatula kamipun lelah mengaduk tenaga yang menguar

Epoch ini harus terlewati

Kalabendu harus dirabut

Asma’ul husna kian dilirik

Ritme menggarnish baju besi kian dipercepat kala pagi dan petang

Itulah amunisi terakhir

Soliter bukan tak solider

Adagium “badai pasti berlalu” menjadi serbuk doa padaNya

rumahmediagrup/nurfitriagustin

sumber gambar pexels

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.