Bangkit Dari Rasa Ketidaknyamanan Hati

Bross yang disimpan rapih, oleh-oleh dari south Korea itu tak bisa tergantikan. Inisial huruf yang bermatakan susunan emas berlian, masih terpajang di lemari pajang sudut tempat tidur Rissa.

Walaupun hanya sebuah bross yang diberikan Koko pada saat itu, Rissa bahagia tiada tara.

Namun ada sesuatu yang lain yang dapat tertangkap memori dipikiran Rissa sore itu. Bukankah Koko pulang dari masa pengobatan kakak iparnya sudah lewat dari dua hari.

Kenapa baru hari ini dia mendatangi Rissa, dengan sebelumnya tidak mengabari sama sekali kepulangannya. Setelah berjauhan selama hampir 7 bulan.

LDR dengan hanya saling berhubungan lewat chatting tanpa video call. Jawaban chatt yang selalu singkat, menambah kekesalan dihati Rissa.

Namun, semua berjalan dengan tenang ketika segala persoalan yang mampir itu dikembalikan pada sang pemilik segala takdir dan ketetapan baik buruknya laku seseorang.

Rissa menyadari, kalau pertemuan yang pernah terjadi, karena ketidaksengajaan. Meski sebetulnya itu semua sudah ada dalam skenario dari Sang Maha Penyayang.

Bayangan masa lalu yang tengah menghantui tiba-tiba ditepisnya. Bukankah cerita masa lalu akan menghiasi setiap langkah selanjutnya yang harus kita ambil.

Mungkin saja koko ada dalam hati Rissa selama ini. Dengan harapan penuh untuk mendapatkan kasih cintanya. Namun ternyata apa yang dirasakan kini hanya semakin menambah sesak didalam batin Rissa.

Dengan segala pergulatan batin yang ada, ternyata Rissa mendapatkan perlindungan penjagaan dari Sang Pencipta. Rissa akhirnya bisa menemukan jati diri dan berlalu dari rasa sakit yang hanya akan menambah resah dihati.

Ya, Risa akhirnya tersadar. Jika selama ini dia telah mencintai seseorang dengan terlalu. Meski penerimaan yang sedikit memberi harapan, namun tetap saja sikap seorang laki-laki hanya ingin dihargai tanpa mau menghargainya.

Semenjak ada jawaban yang tiba-tiba menyisir ke dalam hati Rissa, akhirnya tersadar dari mimpi yang membayanginya.

Bahwa seharusnya perempuanlah yang harus dicintai, bukan malah mengejar cinta laki-laki. Yang jelas-jelas ternyata bisa ditebak kadar cintanya, yang hanya sesaat. Ketika menemukan yang lain yang dirasa lebih nyaman akan berpaling perasaan.

Rissa tersenyum, memandang kearah cermin yang memantulkan keindahan paras yang dibalut ikhlas pada sikap koko yang sedang dia rasakan saat ini.

Mungkin saatnya Rissa untuk bangkit. Untuk apa mengharapkan cinta dan kasih sayang dari koko. Bukankah hak untuk mencinta hanya kepada-Nya saja?

Karena bergantung dan mengharap cinta dari seseorang, hanya akan menyakiti diri tanpa pernah sedikitpun kita menyadari.

Bahwa sesungguhnya yang kuasa memberi cinta dan kasih sayang, hanyalah Dia yang Maha Pemberi Cinta di atas segalanya.

Rumah Media Grup / Allys Setia
Foto : happy (elitedaily.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.