Kakak-Adik Tak Harus Sama, Tentang Body Shaming

Kakak-Adik Tak Harus Sama, Tentang Body Shaming

Adakah di antara kalian yang sama seperti aku, sebagai anak perempuan dari sebuah keluarga yang dilahirkan berdekatan dengan usia dengan kakak/adik perempuan? 

Kisah body shaming yang tidak terlalu terasa berat tapi terbebani juga mentalku  punya saudara kandung sesama jenis kelamin yang berdekatan usianya, yang kurasakan dari kecil. Sejak usia SD sampai sekarang  dengan usia diatas setengah abad pun orang sekitar tempat tinggalku di kampung (yang tau masa kecilku) masih juga membandingkan aku dengan kakak. 

Untungnya aku sekarang menjadi perantau yang ketemu kakak dan tetangga-tetangga hanya pas aku pulang kampung saja, jadi lumayan jarang kudengar celoteh miring (body shaming) mereka terhadapku. 

Body shaming adalah suatu istilah yang berasal dari dua kata, body dan shaming. ‘Body‘ artinya badan, dan shaming yang berasal dari kata ‘shame‘ yang artinya bisa malu atau hina. Dari arti dua kata itu saja kita sudah bisa menebak bahwa pengertian body shaming merujuk kepada penilaian buruk kepada bentuk fisik seseorang. 

Body shaming sering berupa komentar negatif terhadap penampilan seseorang, entah itu sadar atau tidak. Seringnya sih si body shamer (sebutan untuk orang yang melakukan body shaming) berkomentar begitu alasannya karena bercanda, dan bila kita marah atau kesal, kita dibilang baperan. Siapa sih yang tidak kesal kalau ada orang lain menghina kita, apalagi perbincangan masalah fisik? Yang ada malah menghancurkan mood dan kepercayaan diri dalam seketika. 

Bentuk-bentuk ‘body shaming’ juga banyak banget. Yang paling sering sih masalah ukuran tubuh, warna kulit, dan, body appearance lain, lebih banyak kepada penampilan fisik sih sebetulnya, tanpa mereka memperhatikan sisi positif  yang tak tampak, misal kecerdasan, kepedulian, dan sisi kepribadian lainnya. 

Contoh body shaming misalnya dari pengalamanku yang sering  dihina dan dibuat malu karena wajah dan kulit tidak sama dengan kakak perempuanku, dia cantik dan putih bersih wajahnya. Sedangkan aku lebih ke arah kehitaman, dan tidak mulus bersih di wajah, kurus juga, (komplit ya, haha…) jadi terlihat malah aku bukan adik tapi kakaknya yang terlihat lebih tua. 

Tak apa, aku tak pernah mengeluhkan ini awalnya, tapi lama-lama ada rasa enggan pulang kampung ke daerah asalku, paling mentok ke kampung halaman suami. Ya, sedikit demi sedikit celoteh body shaming tetangga dan teman-teman masa kecil membuatku kurang nyaman. 

Hal body shaming tak akan ku biarkan berlarut-larut untuk kuratapi. Dari mulai remaja dan mengerti make up, aku pun tak terlalu berupaya keras supaya tampak secantik kakak, aku ingin tunjukkan kalau aku ada sisi positif lain selain body appearance. 

Apapun kekurang sempurnaan penampilan fisik jika dibanding dengan saudara kandung, tak sepatutnya untuk dijadikan bahan candaan dalam kita bertegur sapa atau perbincangan lainnya. 

Cukuplah sekedar menyapa dengan sewajarnya yang tidak menyinggung perasaan sesama, apalagi jika dilakukan berulang-ulang, akan berakibat yang lebih parah bila si korban body shaming kurang bisa menggantikan kekurangannya dengan kelebihan lain yang dipunyainya. Tidak sedikit ada yang sampai depresi dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena tidak tahan dengan bullying body shaming. 

Aku jauh lebih bersyukur bisa menikmati keadaan kehidupanku  dari saat mulai bisa menunjukkan sisi positif di bidang lain kepada  almarhum kedua orang tua dan semua keluarga sampai saat ini.

Dan bersyukur dengan menghargai kehidupan sampai pada titik yang sekarang bukan berarti berhenti berusaha memperbaiki kualitas diri, kurasa ini yang bisa membuat kita bahagia. 

referensi:

https://m.kaskus.co.id/thread/5ac3d1f2947868f6378b4567/

pic. dokpri

rumahmediagrup/isnasukainr 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.