Nomor tidak Dikenal

Nomor tidak Dikenal

Modus penipuan melalui media telepon genggam bukanlah hal baru. Semakin hari, kejahatan melalui media telekomunikasi itu bukannya berkurang, kini justru semakin marak. Mudahnya mengakses nomor telepon genggam melalui media sosial atau lainnya, membuat orang-orang jahat memanfaatkan kemudahan itu untuk memuluskan perbuatan jahat mereka. Modus penipuannya pun semakin beragam. Ada modus dengan mengirim pesan mengenai informasi menangnya si calon korban dalam sebuah undian berhadiah.  Untuk bisa mengambil hadiah itu, si calon korban diminta mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening pelaku.

Modus lain,  mengaku salah satu kerabat dari teman calon korban, lalu meminta pinjaman uang atau bantuan dengan menginformasikan teman si calon korban sedang dirawat karena sakit keras atau kecelakaan. Pernah juga terjadi modus penipuan dari seorang teman facebook. Menggunakan alasan meminjam uang karena kehabisan bekal saat mencari kerja di kota lain. Dia lalu meminta teman di dunia mayanya itu untuk mentransfer uang yang dipinjamnya. Nomor rekening itu diakuinya sebagai nomor rekening ibu kost ataupun lainnya yang mau membantu. 

Ada pula modus pelaku dengan menelepon calon korban mengatasnamakan sebuah instansi dan menawarkan kerja sama atau lainnya dengan cara mudah dan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Lalu si korban diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku.

Setelah memasyarakatnya WhatsApp, maka modus penipuan pun dilakukan pelaku melalui media tersebut. Mulai dari pengiriman pesan hingga pembajakan akun WA. Hal itu pernah menimpa salah seorang teman. Mulanya, temanku itu menerima chat dari seseorang yang mengaku sebagai teman dari teman si calon korban. Setelah mengobrol sana-sini, tanpa disadari,  dia telah terjebak. Esoknya, dia tidak bisa menggunakan WA-nya. Lalu, terjadi kehebohan di kalangan teman-teman yang tergabung satu grup dengannya. Banyak di antara anggota grup yang mengaku menerima chat dari WA dengan maksud meminjam uang. Salah satu di antaranya nyaris mentransfer sejumlah uang. Akhirnya dia bagi informasi mengenai nomor rekening pelaku atas nama seorang  perempuan.

Modus lainnya lagi ialah melalui panggilan telepon. Modus inilah yang sangat menggangguku akhir-akhir ini. Semula, aku tidak menaruh curiga saat adapanggilan dari nomor yang tidak dikenal. Makanya langsung aku terima. Suara perempuan yang sangat merdu dan terkesan sangat sopan. Dia mengecek nama lengkapku. Aku iyakan. Setelah itu dia menyampaikan bahwa aku terpilih untuk mengikuti program asuransi dari bank tempatku biasa bertransaksi. Kecurigaan mulai muncul. Tapi aku ingin tahu  juga kelanjutannya. Makanya aku terus menyimak apa yang dia katakan. Kecurigaan semakin kuat setelah kukatakan mau tanya langsung ke banknya tentang informasi itu  Dia mulai berkelit dan membuat alasan ini itu agar aku tidak menanyakannya pada pihak bank. Akhirnya, setelah kukatakan maaf tidak bisa ikut programnya. Dia pun mengakhiri pembicaraan dan menutup telepon.

Kali lain ada juga yang mengatasnamakan dari kantor pusat penyalur kendaraan bermotor. Dia menanyakan tanggal lahirku. Alasannya, tanggal lahirku tidak tertulis di data pembelian. Tentu saja aku heran. Dari mana dia tahu aku baru saja membeli sepeda motor? Aku mulai curiga, masa iya tempat tanggal lahir tidak tercantum. Sedangkan waktu pengisian formulir saat pembelian motor itu, kuisi lengkap. Lagi pula, fotokopi KTP juga disertakan. Yang membuatku lebih curiga lagi, dia mengatasnamakan kantor pusat, tapi dari dia sebutksn Bandung. Padahal setahuku kantor pusatnya itu berada di Jakarta. Akhirnya kuakhiri pembicaraan dan kututup telepon.

Ternyata itu bukan telepon terakhir dari nomor tidak dikenal. Hari-hari berikutnya, makin banyak saja panggilan dari nomor-nomor tidak dikenal. Karena curiga itu modus penipuan seperti yang sudah-sudah, maka aku abaikan setiap panggilan telepon dari nomor tidak dikenal itu. Akan tetapi,karena panggilandari itu terus berlanjut, akhirnya muncul keisenganku.  Saat ada panggilan masuk dari salah satu nomor tidak dikenal itu, aku angkat dan meladeni omongan si penelepon. Selama percakapan itu, aku rekam. Percakapan tidak bisa berlanjut karena aku tidak mau mau menuruti kehendak si penelepon. Akhirnya, dia pun menutup telponnya. Rekaman obrolan telepon dengan nomor-nomor yang tidak dikenal itu aku bagikan pada teman-teman. Beberapa hari kemudian, seorang teman memberi tahu bahwa dia pun ditelepon oleh nomor-nomor itu. Karena tahu itu modus penipuan, maka semua panggilan itu dia abaikan.

Kiriman pesan atau panggilan-panggilan dari nomor tidak dikenal itu sungguh mengganggu.  Pernah kublokir nomor tidak dikenal itu. Akan tetapi, itu tidak banyak membantu. Saat satu nomor diblokir, bermunculan nomor-nomor lainnya. Entah harus bagaimana cara mengatasi mereka. Haruskah kuberdoa agar Tuhan memberi mereka hidayah agar segera meninggalkan perbuatan tidak terpuji itu? ***

#WCR_segar_curhatsinur

rumahmediagrup/sinur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.