SAATNYA Bangkit dari STAY AT HOME!

            Tak terasa awal tahun ajaran baru sudah di depan mata. Walaupun kehidupan new normal sudah dimulai, rasanya diri ini masih harus membiasakan hidup berdampingan dengan covid 19. Dan, inilah saatnya untuk bangkit dari stay at home tepat di awal tahun ajaran baru. Apakah Ayah bunda sudah mendaftarkan buah hati tercinta ke sekolah yang dituju? Jika sudah, maka beberapa persiapan yang harus dilakukan yaitu menyiapkan segala perlengkapan sekolah seperti buku, tas, sepatu, seragam, biaya, perlengkapan kesehatan dan tak kalah penting adalah mempersiapkan mental anak.

            Anak usia dini maupun dewasa, pasti membutuhkan dukungan dan penyesuaian diri ketika berhadapan dengan lingkungan baru yang mau tidak mau, suka atau tidak suka harus dilalui.   

            Penyesuaian diri atau adjustment, salah satu maknanya adalah bentuk proses yang melingkupi reaksi mental dan tingkah laku, dimana individu sedang berupaya untuk mengambil keberhasilan dalam mengatasi kebutuhan –  kebutuhan di dalam dirinya, ketegangan –  ketegangan, konflik –  konflik , dan frustasi yang dialaminya, sehingga tingkat keselarasan antara tuntutan dalam diri dengan apa yang diinginkan oleh lingkungan dimana ia tinggal dapat terwujud dengan baik ( Schneiders Desmita, 2009 : 192 ).

            Terkait dengan anak usia dini ketika memasuki sekolah baru, maka reaksi yang akan didapat yaitu Berhasil Menyesuaikan Diri dengan ciri: memiliki respon dan reaksi yang positif, memiliki kesehatan jasmani maupun rohani yang baik, dapat bersahabat dengan teman, ceria, aktif,

Sedangkan Anak yang Tidak/Belum Menyesuaikan Diri biasanya mempunyai ciri kebalikan dari anak yang dapat menyesuaikan diri, yaitu ada yang reaksinya frontal atau cenderung agresif dan adapula yang menunjukkan sikap pasif ketika tidak/belum bisa menyesuaikan diri seperti: murung, tidak mau melakukan tugas, diam.

Contoh reaksi agresif anak yang tidak/belum menyesuaikan diri seperti  menangis, sering gelisah, tidak pernah menyelesaikan tugas – tugas yang sudah diperuntukkan baginya dengan baik dan tuntas, berusaha merasa paling benar, berkuasa, senang mengganggu kenyamanan orang lain, menunjukkan sikap permusuhan secara terbuka atau blak – blakan.

Lalu bagaimana reaksi dan dukungan kita terhadap anak agar meminimalisir reaksi agreif tersebut? Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu 

1. memahami karakter anak

2. sounding terus menerus bahwa akan memasuki sekolah/tempat baru

3. kenalkan anak dengan hal menyenangkan dari sekolah atau tempat baru, misalnya tentang gurunya yang baik, tempat main yang bagus, teman-teman yang baik, dan lain-lain

4. bekerjasama dan komunikasi dengan guru tentang kesukaan anak, cara menangani ketika tantrum

5. komunikasikan ke anak tentang alokasi waktu belajar berapa lama, pulangnya akan dijemput oleh siapa, dan hal lainnya

6. libatkan anak dalam proses persiapan berangkat ke sekolah dengan menyenangkan seperti: menentukan dan menyiapkan bekal bersama, menyiapkan seragam, dan lainnya.

            Pengalaman pertama anak masuk sekolah akan menjadi momen berharga bagi anak. Semoga tips diatas bisa meminimalisir reaksi negative anak ketika di sekolah baru. Sobat, sudah siap bangkit dari stay at home dan membakar semangat anak untuk mulai bersekolah? Selamat mencoba!

rumahmediagrup/nurfitriagustin

sumber gambar pexels

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.