Sosok Berkaus Putih

Sosok Berkaus Putih

Magrib baru saja beranjak. Tubuhku penat sekali. Siang tadi, aku melakukan perjalanan jauh dari Bekasi ke Kuningan, Jawa Barat.

Anakku yang kecil, Aldo menyalakan TV. Ia senang menonton film horor. Ditemani kakaknya, Tuti. Tidak lama datang sosok berkaus putih, kupikir Bowo, anaknya pak RT, tetangga sebelah rumah.

Kubiarkan mereka asyik menonton film. Kebetulan mereka sedang libur sekolah. Aku pamit ke rumah pak RT yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku.

“Ayah dan Mama mau ke rumah pak RT dulu. Kalian tunggu rumah, ya!” pintaku kepada anak-anak.

“Iya, Yah,” jawab Tuti. Aldo sedang asyik menonton film bersama si kaos putih.

Sampai di rumah pak RT, aku utarakan maksud kedatangan kami. Isteriku sengaja menemani sekalian sowan kepada ibu RT. Kebetulan mereka baru saja dikaruniai anak kedua. Isteriku baru sempat mengunjunginya karena kami baru pulang dari Bekasi, selama seminggu menginap di sana.

“Aldo, nggak ikut, Bu?” tanya bu RT kepada isteriku atau sekadar basa-basi saja.

“Dia sedang asyik nonton film horor bersama kakaknya dan Bowo,” jawab isteriku.

“Bowo? Tadi dia di dapur. Bowo, bowo …,” teriak bu RT memanggil Bowo, dengan maskud mengecek keberadaannya apakah di dapur atau sedang nonton film horor di rumahku.

“Iya Ma. Ada apa, Ma?” tanya Bowo, sambil bergegas dari dapur.

Aku sangat kaget ternyata Bowo ada di rumahnya. Ia memakai kaos biru, bukan putih seperti yang kulihat di rumahku yang sedang asyik menonton TV.

“Wo, kamu tadi ke rumah Aldo, nonton film horor, ya?” selidikku.

“Maaf, nggak, Pak,” jawabnya pasti.

Aku makin curiga. Siapa sosok berkaos putih yang menonton TV di rumahku. Kutepis pikiran burukku, mungkin saja itu Syarif, kakak sepupunya Aldo. Kami segera pamit dan pulang.

Sampai di rumah, kudapati Aldo menonton TV berdua dengan kakaknya. “Aldo, kamu nonton TV dengan siapa saja?” selidikku.

“Cuma berdua sama kakak saja Ayah,” jawabnya.

“Tadi siapa, yang pakai kaos putih?” tanyaku lagi.

“Nggak ada siapa-siapa, Yah,” jawabnya dengan pasti.

Sosok makhkuk astral bisa di mana-mana. Kemunculannya sering terlihat di saat kita fokus pada hal lain bukan pada makhluk tersebut. Tuhan menciptakan jin dan manusia. Jadi, mereka itu ada.

Rumahmediagrup/ saifukamri

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.