Bangkit dari Kemalasan dan Kebodohan

Kemalasan dan kebodohan selalu berjalan beriringan. Jika seseorang yang malas tentulah dia tak bisa apa-apa alias bodoh.  Sebenarnya tak ada orang yang bodoh jika mau belajar, semua pasti pintar. Yang ada adalah orang malas untuk belajar.

Dalam situasi seperti saat ini,  di tengah pandemi corona, benar-benar telah membuat setiap orang malas. Karena sudah terlalu lama kita dianjurkan untuk tidak beraktivitas di luar rumah kecuali hal yang sifatnya urgen. Jadi sepertinya sudah menikmati diam di rumah tanpa kegiatan dan menjadi malas.

Namun sekarang pemerintah sudah menerapkan adaptasi kenormalan baru atau istilah kerennya era new normal. Untuk merealisasikan skenario new normal, tentu saja butuh dukungan dari berbagai pihak. Protokol kesehatan tetap dipakai. Protokol ini bukan hanya di bidang ekonomi namun juga pendidikan dan keagamaan.

Sektor pendidikan merupakan sektor yang terakhir yang akan dibuka. Meskipun tahun ajaran baru dimulai pada pertengahan bulan Juli, namun bukan berarti sekolah akan dibuka secepatnya.  Pembelajaran yang dilaksanakan masih dilakukan secara daring untuk satu semester ini. Hal ini membuat para guru dan siswa banyak mengeluh karena pengalaman yang sudah-sudah banyak kendala yang dihadapi dengan sistem pembelajaran jarak jauh ini. Kendala tersebut bisa dari segi materi atau pun nonmateri. Dari segi materi banyak siswa mengeluh karena harus membeli kuota ataupun mungkin bagi yang tak punya android terpaksa harus membeli. Sedangkan dari segi nonmateri bisa berupa jaringan internet yang kurang memadai terutama di daerah yang sulit mendapatkan sinyal internet. Faktor yang lain bisa juga karena sumberdaya manusianya. Baik guru ataupun siswa dituntut harus bisa mengikuti perkembangan teknologi. Bagi sebagian guru atau siswa yang malas, mereka tak  mau berusaha   untuk bisa mencari tahu bagaimana caranya menggunakan kelas digital. Terkadang bagi mereka yang malas, mereka tak mau ambil pusing jika ada kesulitan. Ada  beberapa diantara mereka tak mau belajar untuk bisa lebih maju. Padahal beberapa tahun ke depan mungkin saja pembelajaran itu tak perlu dilakukan secara tatap muka langsung. Semuanya sudah serba digital. Untuk itu marilah kita hilangkan rasa malas dalam diri kita agar kita terhindar dari kebodohan dan ketertinggalan. Marilah kita sama-sama belajar untuk bisa. Bangkitlah dari kemalasan dan kebodohan !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.