Ketika Hidup Tidak Sesuai Dengan Jalan Ceritamu, Bangkitlah.

Ketika Hidup Tidak Sesuai Dengan Jalan Ceritamu, Bangkitlah.

Terus terang saya mendapatkan judul ini, ketika mendapatkan di WAG. Baru pertama membaca judulnya, saya sudah sangat tertarik, seperti sudah terlintas ribuan kata dan kalimat yang ingin saya tuangkan dalam tulisan, setelah saya membaca isinya, hati saya berdebar karena banyak kalimat dan kata yang sama dengan yang ada di dalam pikiran saya.
***
Terkadang hidup yang kita jalani, tidak sesuai dengan yang kita mau. Semua yang kita inginkan tidak tercapai. Padahal segala cara kita lakukan dengan tujuan untuk mencapai apa yang kita inginkan.

***
Begitu halnya dengan yang saya alami. Ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah tingkat atas (SMTA),  saya selalu menuliskan disetiap biodata atau buku diary pada bagian cita-cita selalu tertulis “Dokter”. Ya…keinginan yang terus tertulis dan ingin saya capai.  Gelar itu selalu aku banggakan di depan teman-teman main saya dan guru.

Saat saya duduk di kelas XII saatnya saya mulai mencari-cari info untuk bisa masuk ke perguruan tinggi yang ada prodi Kedokteran. Saat itu mulailah saya membuat rencana dan memperdalam materi-materi pelajaran IPA dan Sains.

***
Semangat itu seketika turun drastis saat bapak mengatakan, “Maaf ya kuliah kamu ditunda tahun depan.”
Darah di ubun-ubun ini terasa mengalir panas menyirami muka saya. “Kenapa pa?”
“Maaf panen tahun ini tidak banyak menguntungkan, mungkin panen tahun depan, bapak janji untuk biaya kuliah kamu.”
Tubuh ini lemas lunglai hanya menarik napas panjang untuk menguatkan kaki berdiri.

Memang keluarga saya hidup mengandalkan dari bertani. Bapak selalu mengutamakan pendidikan untuk anak-anaknya, tapi jika memang biaya yang tidak mencukupi, saya harus memaklumi, saya sadar keinginan ini terlalu memaksakan keadaan ekonomi keluarga.

Saya berusaha untuk bangkit dari kekecewaan ini, saya harus membuat keputusan dan menentukan sikap untuk menjalani kehendak Allah.

Perjalanan baru harus saya jalani, saya memutuskan untuk bekerja. Setelah mendapatkan ijazah saya pergi merantau ke Jakarta, tidaklah mudah mencari pekerjaan di kota besar dengan bekal hanya ijazah SLTA, berbagai pabrik, pertokoan dan kantor saya datangi untuk mendapatkan pekerjaan.

Hampir tiga bulan saya menumpang hidup di rumah bibi di Jakarta Timur, akhirnya saya mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik elektronik . Setelah mengikuti berbagai rangkaian tes, saya di terima dan keesokan harinya mulai bekerja.

Saya tidak lupa memberi kabar orang tua di kampung supaya mereka merasa tenang.

Setelah satu tahun bekerja, tiba saatnya bapak menepati janji untuk membiayai kuliah saya di kedokteran. Tapi saya menolak, saya tidak mau membebani orang tua. Saya sudah mulai menikmati pekerjaan saya. Kini saatnya saya ingin membantu keluarga untuk biaya sekolah adik-adik saya, walaupun tidak besar gaji yang saya dapat, tapi Alhamdulillah bisa sedikit meringankan beban orang tua.

Tujuh tahun berjalan saya bekerja, saya sudah berumah tangga dan memiliki satu putri kecil yang lucu berusia satu tahun, saya memutuskan untuk fokus di rumah bersama putri kecil menjadi ibu dan isteri serta bisa mengurus rumah tangga dengan baik.

Saya tidak merasa nyaman dengan kegiatan hanya mengurusi anak dan pekerjaan rumah, sampai akhirnya saya ditawari untuk membantu mengajar Al-quran (TPA) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Setelah mendapatkan ijin suami, saya menerim tawaran itu. Sepertinya ada kekurangan ilmu yang saya miliki, akhirnya saya menambah ilmu dengan kuliah jurusan PGTK. Setelah mendapatkan gelar D2 (Guru Madya TK) saya melanjutkan ke Jurusan PGSD.

Saya merasa dunia anak-anak adalah tempat saya mengembangkan karir, akhirnya saya mencoba untuk mengajar di Sekolah Dasar swasta, dan saya tekuni sampai saat ini.

***

Percayakan semua yang terjadi adalah kehendak Allah. Kita harus yakin bahwa Allah yang akan mengurusi semua kehidupan kita.
Berusahalah untuk mengikhlaskan, kita jalani hidup kita kedepannya, dan berusaha  terus berbuat baik untuk  kehidupan kita.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (QS.Al-Baqarah : 216).

***
Bekasi, 17 Juni 2020
Rumahmediagrup/maepurpple

2 comments

  1. Begitulah perjalanan hidup, tiada yang tahu.. tinggal kita harus meyakinkan diri bahwa apapun yang kita jalani,adalah yang terbaik dari Allah.. bersikap SaSyuIk lah.. Sabar saat di uji, Syukur saat di beri Nikmat dan Ikhlas saat menjalani ujian… Oke sukses selalu

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.