Bangkitlah meski terasa sakit

Malam semakin terasa sunyi, dinginnya udara menusuk sampai ke tulang. Pandangan gadis itu kosong menerawang, bulir air matanya pelan membasahi pipinya. Tak pernah terlintas di benaknya jika ia harus mengalaminya. Nafasnya terasa berat, jika membayangkannya. Bertubi-tubi ia harus kehilangan orang-orang yang ia cintai.

Sore itu rintik gerimis terdengar lirih, tak sebanding dengan suasana yang terjadi dalam rumah Lea. Kakak ipar Lea, Ivan harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas. Dengan diantar ayah Lea menuju rumah sakit. Segera pihak rumah sakit bertindak sesuai protokol penanganan Covid-19 karena indikasi sesak napas yang dialami Ivan mengarah ke sana sehingga hari itu juga Ivan harus rawat inap.

Keesokan harinya keluarga Lea, ayah, ibu, kakak kandung yang tengah hamil anak pertama serta Lea harus melakukan test Covid-19 di rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah. Hasilnya akan keluar dalam 2 hari. Malam harinya tiba-tiba ayah Lea mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke rumah sakit namun nyawa ayah Lea tak dapat tertolong.

Betapa sedihnya Lea, padahal ayahnya tak pernah keluar rumah dan sangat berhati-hati selalu disiplin menjaga kebersihan. Di hari yang sama kakak kandung Lea yang tengah hamil 6 bulan juga tak tertolong. Lea harus pasrah menerima kenyataan bahwa ia tak akan ada kesempatan untuk melihat jenasah kedua orang yang dicintai.

Belum kering air matanya namun ia harus dihadapkan pada kenyataan bahwa ibunya harus segera dilarikan ke rumah sakit. Lea merasakan begitu sesak dadanya, yang dapat ia lakukan hanya harus bersabar menunggu di rumah. Rumahnya terasa begitu sepi tanpa canda tawa dan obrolan dengan keluarga tercintanya.

***

Bagi kita yang tak mengalami dan merasakan secara langsung Covid-19 ini akan terasa biasa saja, yang penting keluargaku sehat dan selamat. Berita terkini mengenai korban Covid-19 yang disampaikan pihak terkait bagi kita mungkin hanya sebuah angka dan tak ada artinya. Mengapa ? Karena hal itu tak menimpa keluarga dan orang terdekat kita.

Peduli dan tak meremehkan adalah dua hal yang harusnya kita lakukan, jangan abai karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Selalu menjaga diri sendiri dan tak membahayakan orang lain.

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.